Menu
Categories
Renungan Remaja GKPS, 03 Mei 2026 (Kantante)
27 April 2026 Bahan PA

Nas      : Mazmur 98:1-9

Tema   : Bernyanyi bagi Tuhan

Tujuan : Supaya remaja dapat:

  1. Menghubungkan nas dengan tema
  2. Menjelaskan cara bernyanyi yang baik untuk Tuhan
  3. Mempraktekkan bernyanyi bagi Tugan melalui nayanyian bersama

           

Mari, Pujilah Tuhan!

 

Pengantar

Bayangkanlah sedang berdiri di tepi pantai yang indah, setelah menempuh perjalanan yang melelahkan dan berbahaya. Semarak ombak menyambut, badai perjalanan sudah berlalu, serta angin meneduhkan pikiran dan hati yang letih. Dapat dipastikan, kala itu suasana hati akan penuh dengan kelegaan dan rasa syukur yang melimpah. Entahpun, sontak tubuh itu, tidak kuasa menahan mulut untuk menaikkan puji-pujian/ nyanyian. Gambaran yang sedemikianlah yang ditampilkan dalam Mazmur 98 ini. Mazmur ini adalah jenis nyanyian kemenangan, sukacita, dan pujian secara universal. Mazmur ini mengajak kita untuk melantangkan suara kita, bukan karena hidup ini sudah mencapai titik kesempurnaan, tetapi karena ada perasaan dan kepercayaan bahwa Tuhan telah bertindak dengan penuh kuasa dalam sejarah dan akan bertindak lagi untuk masa depan.

 

Isi

            Mazmur 98 mengajak seluruh ciptaan untuk memuji Tuhan atas keselamatan-Nya, kebenaran-Nya, dan penghakiman-Nya yang akan datang. Mazmur ini mengungkapkan mengapa Allah layak menerima pujian yang penuh sukacita, bagaimana umat-Nya harus menghormati Dia, dan mengapa setiap jiwa harus mempersiapkan diri untuk kedatangan-Nya kembali. Apabila dirangkumkan, Mazmur 98 ini memiliki tiga bait: Pertama, Tuhan telah mengungkapkan keselamatan-Nya di masa lalu (ayat 1-3). Kedua, manusia menanggapi dengan pujian dan sukacita di masa kini (ayat 4-6). Ketiga, dunia digambarkan sebagai ladang pemujian bagi Tuhan, antisipasi penghakiman di masa depan (ayat 7-9).

Mazmur ini dimulai dengan mendesak umat Allah untuk menyanyikan “lagu baru” karena Tuhan telah melakukan hal-hal yang menakjubkan. Tangan-Nya yang kudus membawa pembebasan bagi Israel dan memelihara garis keturunan yang akan mengarah kepada Kristus. Pemazmur merayakan keselamatan dan kebenaran Allah yang ditunjukkan di hadapan bangsa-bangsa. Generasi demi generasi menyaksikan Allah melindungi janji-janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub. Bahkan ketika hanya satu orang yang berdiri di antara garis keturunan dan kehancuran, Allah memeliharanya sehingga Mesias akan datang.

Alkitab menunjukkan kebenaran yang sama. Dalam Galatia 3:16, Paulus menjelaskan bahwa janji kepada Abraham menunjuk kepada Kristus, Tunas yang dijanjikan. Dari hari-hari awal pembebasan Israel dari Mesir hingga hari-hari Zakharia memberitakan kedatangan Penebus Allah dalam Lukas 1, Allah menyatakan kesetiaan dan keselamatan-Nya secara terbuka. Setiap kemenangan, setiap nabi, setiap nyawa yang dipelihara menunjuk kepada kedatangan Juruselamat. Karya-karya yang menakjubkan ini mengingatkan umat Allah untuk berdiri dengan kagum akan kuasa dan kesetiaan-Nya.

Bagaimana umat Allah memuji Dia? Dibutuhkan kesaksian atas pengalaman iman. Disebutkan oleh Pemazmur, “… hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah! Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring, dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN!” (ayat 4-6). Istilah-istilah ini mengacu pada teriakan kegembiraan yang diberikan banyak orang ketika mereka mendengar tentang kemenangan militer. Isi Mazmur ini adalah gambaran perayaan yang meletus saat tentara kembali dari perang. Dalam konteks masa kini, maka biarkan pikiran dan hati kita bersukacita dalam pujian kepada Allah yang begitu menakjubkan menyelamatkan kita!

Lantas, apakah jeritan duka sudah berlalu? Teringatlah kita pada balita yang begitu diliputi oleh kegembiraan sehingga mereka hanya bisa menjerit. Mata mereka membesar saat mainan dan/ atau boneka-boneka diperlihatkan. Mulut mereka terbuka lebar sehingga mereka dapat merasakan objek kesenangan mereka yang luar biasa. Mereka tidak bisa menahan diri untuk tidak bersemangat. Balita secara naluriah tahu bagaimana membuat suara yang menyenangkan.

Barangkali, agak terasa canggung jika kita semua mulai menjerit seperti balita di gereja, atau di depan umum. Tetapi, pertimbangkan sensasi yang menyebabkan kita bereaksi seperti itu, dan jadikan itu bagian dari cara kita mendekati Tuhan dalam nyanyian, doa, khotbah, dan membaca Alkitab. Carilah lebih banyak sukacita dalam kehidupan spiritual kita di tahun 2026 ini. Belajar dari anak-anak kecil! Pada saat yang sama, kita melihat nilai musisi yang terampil memainkan kecapi dan terompet. Tapi dengan catatan, terlalu mengejar kehebatan/ keunggulan tidak boleh menghalangi sukacita kita. Sukacita harus mendahului talenta kita.

            Di bagian akhir Mazmur ini, tampaknya konsep yang paling sulit untuk diterima adalah kesimpulan dari penghakiman. Bagian terakhir dari Mazmur ini menjawab pertanyaan mengapa pujian itu perlu. Sungai, laut, dan bukit digambarkan bersukacita di hadapan Tuhan karena Dia akan datang untuk menghakimi bumi. Penghakiman-Nya akan adil, benar, dan sempurna. Kebenaran yang sama ini diproklamasikan di seluruh Alkitab. Dalam Kisah Para Rasul 17:30-31, Paulus menyatakan bahwa Allah telah menetapkan suatu hari ketika Dia akan menghakimi dunia dengan kebenaran melalui Kristus, memberikan jaminan akan hal ini dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati. Dalam teks yang lain, Roma 2 menegaskan bahwa penghakiman Allah akan tidak memihak dan berdasarkan kebenaran. Mereka yang tekun berbuat baik akan menerima hidup kekal. Mereka yang menolak kebenaran akan menghadapi kemarahan dan murka. Bagi orang-orang yang setia, kedatangan Tuhan akan menjadi hari sukacita yang besar. Mazmur 98 melukiskan gambaran ciptaan yang merayakan kedatangan Raja. Kedatangan-Nya akan membawa kemuliaan, keadilan, dan kedamaian bagi umat-Nya. Setiap jiwa harus menanggapi dengan pujian, rasa syukur, dan kesiapan untuk hari ketika Dia menghakimi dunia dengan kebenaran.

 

Refleksi/ Perenungan

Teks ini menggaungkan kepada kaum muda gereja perihal seruan untuk bertindak. Orang-orang muda Kristen hendaknya memuji Tuhan dengan sukacita dan rasa syukur, mengingat karya-karya-Nya yang menakjubkan dan keselamatan yang Dia berikan. Tuhan akan kembali untuk menghakimi dunia dengan kebenaran. Hendaklah kita setiap hati mempersiapkan diri untuk hari itu melalui ketaatan yang setia, pujian yang terus-menerus, dan kehidupan yang dijalani dalam pengabdian kepada Tuhan. Sakit dan menderita memang berbuat baik, tetapi itulah yang disenangi Tuhan untuk kita jalankan. Sedih memang menjadi berbeda dari yang lain, tapi tetap harus teguh berpendirian. Ketika orang lain di usia muda sudah banyak mengerjakan dosa, terjerat dalam kegelapan dan kekelaman, mari senantiasa berdiri teguh untuk beriman percaya kepada Tuhan. Rasa syukur atas pemeliharaan Tuhan bagi kita di masa lampau, harus mendahului tindakan kita di masa kini yang penuh dengan kemuliaan bani nama Tuhan.  Amen

Comments are closed
**