
RENUNGAN REMAJA GKPS
Minggu Quasimodogeniti, Tanggal 12 April 2026
Nats: Daniel 6:11-12, Tema: Disiplin Berdoa
Aku Senang Berdoa
Ada kata bijak yang mengatakan demikian, “Kesetiaan itu datangnya dari hati dan niat, kesetiaan bukan hanya sebuah kata-kata, melainkan tindakan nyata, kesetiaan adalah pengorbanan”. Setia itu adalah cerminan kehidupan orang beriman, karena Tuhan Yesus selalu setia mengasihi dan memberkati kita. Namun kenyataannya, perilaku setia itu berbanding terbalik dengan kehidupan anak remaja zaman sekarang, mereka lebih setia pada dunia (circle) mereka sendiri, mereka lebih senang lama-lama bermain gadget dari pada bersekutu dengan Tuhan bahkan membaca Alkitab dan berdoa juga kadang bukan prioritas. Kiranya Firman Tuhan kali ini mengajari dan mengingatkan anak remaja semakin mengenal jadi diri mereka sebagai anak Tuhan Yesus yang harus setia, displin, dan beriman kepada Tuhan Yesus. Anak remaja yang setia dalam hal kecil, maka Tuhan Yesus akan percayakan pada hal yang besar yang akan mereka lakukan bersama dengan Tuhan. Disiplin dalam segala hal akan membuat iman anak remaja semakin berkualitas dan dewasa dalam Tuhan.
Nama adalah ungakapan iman orangtua. Ungkapan iman yang kelak akan menjadi sikap hidup kita. Barangsiapa yang tahu arti namanya pasti memiliki sikap hidup yang sesuai dengan nama tersebut. Salah satunya adalah Daniel. Arti nama Daniel ialah “Tuhanlah Hakimku”, Daniel memiliki tiga rekan yang beriman kepada Tuhan Allah yang bernama Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Daniel memiliki prinsip hidup yang bisa kita teladani yaitu Daniel setia kepada Allah, memiliki hikmat untuk menafsirkan mimpi dan selamat dari gua singa. Daniel hidup pada masa pembuangan Babel dan melayani raja-raja seperti Raja Nebukadnezar dan Darius. Daniel adalah tokoh yang sangat setia kepada Tuhan Allah dan Daniel adalah orang yang taat dan disiplin dalam hal berdoa.
Doa adalah nafas hidup orang percaya, doa adalah kebutuhan yang utama. Doa adalah permohonan, harapan, permintaan, dan pujian yang ditujukan kepada Tuhan Yesus. Karena kesetiaan dan doa lah Daniel melayani di Istana Babel, melayani raja di antara orang yang tidak mengenal Tuhan Allah Israel dan Daniel diangkat menjadi pejabat tinggi karena Daniel memiliki roh yang luar biasa (Dan.6:3-4). Dalam ayat 5-9 Pejabat lain iri dengan keberhasilan Daniel dan mereka bersekongkol untuk mengeluarkan perintah raja yang tidak bisa dipatuhi oleh Daniel. Para pejabat tinggi dan wakil raja iri terhadap kinerja Daniel yang sangat baik dan diakui oleh raja Darius. Di sini, rasa dengki dan iri hati adalah sebagai motif utama mereka untuk mencemarkan atau menghancurkan Daniel.
Lalu mereka menghadap raja Darius dan menyampaikan kesepakatan mereka untuk mengeluarkan dekrit/perintah hukum, agar ditetapkan sebuah larangan untuk memberatkan Daniel yaitu tidak boleh berdoa/memohon kepada Tuhan, harus berdoa kepada raja seorang, kalau tidak mematuhinya maka orang tersebut akan dilemparkan ke dalam gua singa. Berita itu sampai kepada Daniel dan Apa yang dilakukan Daniel? Dia tidak berhenti untuk memuji Tuhan dan dia tetap konsisten dan setia untuk berdoa kepada Tuhan. Daniel tetap berdoa kepada Tuhan walaupun dia tahu ada larangan untuk berdoa, pergilah Daniel ke rumahnya, dala, kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem, Daniel tiga kali sehari dia berlutut, berdoa dan memuji Tuhan Allah (ay.11). Tiga kali sehari Daniel berlutut untuk berdoa dan Daniel yakin Tuhan akan melindunginya dan menjagainya, walaupun dalam keadaan bahaya, dia tidak akan meninggalkan Tuhan. Teladan iman Daniel adalah hidupnya penuh dengan doa dan pujian kepada Tuhan. Daniel tidak mau menyembah raja, dia berani tetap mempertahankan imannya dan berdoa kepada Tuhan Allah (ay.12).
Kebiasaan Daniel yang setia dan rajin berdoa itulah makanya Tuhan selamatkan Daniel dari gua singa, dia selamat dari bahaya, ketia Daniel dimasukkan ke dalam gua singa, singa-singa itu tidak ada yang berani menyentuh dan menjamah dia. Karena apa? Karena Tuhan melindungi Daniel yang pemberani, setia, dan tetap berdoa kepada Tuhan setiap hari (3 x dalam sehari). Tuhan Allah menyelamatkan Daniel karena imannya yang kuat kepada Tuhan, maka muzijat dan kuasa doa besar kuasanya. Itulah yang dialami Daniel yang diceritakan dalam ayat 23-24, “Allah ku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya, tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan. Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya”. Daniel diselamatkan Tuhan Allah karena dia setia dan disiplin berdoa.
“Doa orang yang benar, bila dengan yakin di doakan, sangat besar kuasanya” (Yakobus 5:16). Doa adalah nafas hidup kita, dengan doa kita akan merasakan ketenangan, kedamaian dan pertolongan dari Tuhan Yesus. Firman Tuhan di minggu ini mengajari anak remaja untuk meneladani tokoh Daniel yang selalu disiplin berdoa dalam situasi dan kondisi apapun. Jangan pernah meninggalkan Tuhan Yesus, meninggalkan ibadah kita karena dunia ini. Ibadah kepada Tuhan itulah yang pertama dan utama. Anak remaja mulailah membudayakan untuk selalu berdoa. Berdoa bukan hanya ketika kita ada perlunya, tapi berdolah dalam keadaan apapun kita.
Dengan kuasa doa maka kita akan terbebas dari kuasa iblis, dosa dan dunia yang jahat, jangan bermalas-malasan untuk ibadah dan berdoa. Ayo kita berikan waktu kita untuk ber Quality Time untuk Tuhan Yesus, jadilah remaja pendoa yang selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal, remaja yang tidak pernah meninggalkan Tuhan Yesus karena cinta, uang, teman dan dengan alasan apapun. Imanilah Tuhan Yesus sampai selama-lamanya. Jadilah remaja yang setia sampai akhir, remaja yang disiplin berdoa dan beribadah kepada Tuhan Yesus, remaja yang selalu mengutakaman Tuhan dalam segala hal, sebab ada tertulis dalam Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” . Minggu ini adalah minggu Quasimodogeniti yang artinya “Seperti bayi yang baru lahir”, demikianlah anak remaja yang seperti bayi yang bergantung pada orangtua, remaja juga haruslah selalu connecting kepada Tuhan Yesus dengan iman, ibadah dan doa. Jadilah seperti Daniel, peganglah kebenaran dan budayakan disiplin berdoa! Tuhan Yesus Memberkati. Amen