Menu
Categories
Sermon Khusus: Membaca 1 Tawarikh 22:14-19 Dari Perspektif Perempuan
26 Februari 2026 BERITA

PEMATANGSIANTAR.GKPS.OR.ID. Sermon, dalam konteks pelayanan gerejawi, bukan sekadar khotbah hari Minggu, melainkan sebuah wadah terstruktur atau pertemuan/rapat pelayanan yang bertujuan mempersiapkan, membahas, dan menyelaraskan bahan khotbah serta kegiatan pelayanan gereja agar berjalan dengan baik.  Selain itu sermon menjadi tempat para pendeta, penatua, dan pengkhotbah mempelajari bahan Alkitab bersama-sama, mendiskusikannya, dan menyusun garis besar khotbah agar Firman Tuhan disampaikan dengan tepat sasaran.

Mengingat pentingnya fungsi sermon dalam kehidupan pelayanan gereja, GKPS lewat Litbangnya mengadakan sermon khusus kepada kaum Perempuan (baca: inang) yang akan melayani pada ibadah Minggu, 8 Maret 2026.

Sermon khusus yang diadakan pada Senin (23/2/2026) malam melalui platform zoom menghadirkan Pdt. Obertina Johanis, Pendeta dari Gereja Kristen Pasundan (GKP) sebagai narasumber.

Pendeta yang membidani lahirnya Jaringan Kerja Antarumat Beragama (Jakatarub) mengajak inang membaca dan merefleksikan nas 1 Tawarikh 22:14-19 dari perspektif perempuan, dan nas tersebut akan diperdengarkan kepada seluruh warga jemaat yang hadir dalam ibadah yang bertepatan dengan Minggu/Pesta Seksi Inang GKPS.

Obertina menjelaskan nas khotbah merupakan bagian dari visi Daud untuk membangun rumah Tuhan yang besar dan megah, yang walaupun Daud tidak diperkenan Tuhan untuk membangun Rumah Tuhan. Visi tersebut diwariskan Daud kepada Salomo, anaknya yang muda dan belum berpengalaman. Daud memberikan dukungan penuh kepada Salomo dengan menyediakan bahan-bahan, memberikan dukungan secara terbuka, meminta para pembesar Israel untuk mendukung Salomo dan rencana pembangunan bait Allah.

Dilanjut Obertina, dibalik visi Daud itu, ada hal yang lebih penting dari semua persiapan yang akan dilakukan, yakni mempersiapan hati dan jiwa: “Arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari Tuhan dan Allah mu”.

“Hal terpenting dan yang pertama perlu kita lakukan adalah mengarahkan hati dan jiwa serta mencari Tuhan. Di manakah Tuhan bisa ditemukan? Tentu di dalam firman-Nya yaitu di dalam Alkitab. Apakah Alkitab sudah menjadi bagian hidup sehari-hari inang (baca: waga jemaat) GKPS? Apakah kebiasaan membaca Alkitab sudah diteruskan kepada para perempuan muda (generasi muda)?” demikian ajakan dan pertanyaan dari Obertina, seorang aktivis lintas iman, pendamping korban kekerasan berbasis gender ini.

Tidak sampai disitu, Obertina mengajukan beberapa pertanyaan untuk direnungkan lebih lanjut, diantaranya: Apa visi inang/perempuan GKPS untuk keluarga dan persekutuan atau gereja? Apakah visi tersebut diteruskan kepada para inang/perempuan muda GKPS? Apa yang bisa disiapkan oleh para inang/perempuan senior GKPS dalam rangka memberikan dukungan kepada para perempuan muda GKPS?

Untuk memperdalam penjelasan yang disampaikan Obertina dan menghubungkan dengan tema minggu “Mengarahkan Hati dan Jiwa Untuk Mencari Tuhan” (Tonduy Mambobai Uhur Mangindahi Jahowa), Pdt. Fran Purba selaku moderator sermon memimpin sesi diskusi.

Peserta sermon semakin terbekali dengan penjelasan yang disampaikan Obertina. Terlihat dari banyaknya peserta yang menanggapi, bertanya dan menyampaikan refleksinya terkait nas yang disermonkan.
Diakhir diskusi, Pdt. Obertina memberi saran kepada peserta agar dengan tulus dan sepenuh hati mempersiapkan serta menyampaikan Firman Tuhan, dan selebihnya kuasa Roh Kudus yang menyempurnakan.

Selaku Kepala Litbang, Pdt. Dian Putra Sumbayak mengucapkan terima kasih kepada Pdt. Obertina, Praeses, Pendeta, Penginjil dan Pengurus Seksi Inang yang telah mendukung terlaksananya program sermon se-GKPS dalam rangka minggu khusus seksi kategorial.

Dalam kesempatan ini Pdt. Dian mangajak 482 peserta yang hadir untuk mempersiapkan dengan baik khotbah yang akan disampaikan, dan mengajak inang membangun visi untuk keluarga dan gerejanya, serta mewariskannya kepada generasi selanjutnya.

Sermon perdana se GKPS yang difasilitasi untuk Seksi Inang mendapat sambutan baik dari Ketua Seksi Inang Sinode, St. Itawari Sinaga. Lewat pesan singkat yang disampaikannya kepada Litbang GKPS, Itawari berharap agar kegiatan yang sama berkelanjutan setiap tahunnya.

Hanami atas nama Pengurus Seksi Inang Sinode padashon hata tarimakasih hubani Litbang na dob mambahen kegiatan yang sangat bagus untuk mendukung persiapan inang na ambil bagian bani Pesta Minggu Inang. Andohar kegiatan on boi ilanjutkon bani tahun-tahun berikut ni,” demikian isi pesan singkatnya. (hks/bgs)

Pewarta: Pdt. Mey Sasti Saragih

Foto: Pdt. Fran Purba

Comments are closed
**