1. Doding: Haleluya No. 350:1-2
Holong na humbani Tuhan, na roh humbai Jesus in.
Sai totap do marsinondang holong ni Tuhanta in.
Sai sondangkon ma holong-Ni das bai hagolapan in.
Ase haganup pardousa ipaluah Naibata.
Dousa pakon kuasani, ampa sipangagou in.
Sai marhoih do ganupan, bani paruntolon in.
Sai sondangkon ma holong-Ni, das bai hagolapan in.
Ase haganup pardousa, ipaluah Naibata.
2. Tonggo
3. Ayat Harian
“Ulang odoh-odoh na mabalu, na so marinang, na so marbapa panginsolat atap na musil; anjaha ulang ma adong hun bannima na mamingkirhon na jahat dompak hasomanni ibagas uhurni.” (Sakaria 7:10)
“Janganlah menindas janda dan anak yatim, orang asing dan orang miskin, dan janganlah merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masing-masing.” (Zakharia 7:10)
4. Renungan: Mengasihi Sesama dengan Niat yang Tulus
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus,
ayat ini disampaikan oleh nabi Zakharia, yang ditujukan kepada bangsa Israel, yang menekankan pentingnya keadilan, kebaikan, belas kasihan, dan menahan diri dari niat jahat terhadap sesama. Allah memanggil umat-Nya untuk menegakkan keadilan. Hal ini merujuk pada mengambil keputusan yang adil dan benar dalam segala hal yang terlihat dalam sikap netral atau tidak memihak. Semua sikap itu didasarkan oleh prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan Allah. Keadilan yang sejati memerlukan komitmen terhadap keadilan, kebenaran, dan integritas dalam interaksi dan hubungan dengan sesama.
Allah menekankan pentingnya kebaikan dan belas kasihan. Tidak cukup hanya bertindak adil. Namun kita juga harus menunjukkan kebaikan dan belas kasihan satu sama lain, yakni dengan menunjukkan cinta dan belas kasihan, terutama terhadap mereka yang membutuhkan. Allah menginginkan kita untuk mencerminkan karakter-Nya dengan nyata lewat perbuatan baik dan berbelas kasih dalam kata-kata dan tindakan terhadap sesama manusia. Secara khusus kepada orang yang lemah, termasuk janda, yatim piatu, orang asing, dan orang miskin. Allah memerintahkan agar mereka, yaitu kelompok rentan, tidak ditindas atau dimanfaatkan, melainkan sebaliknya mereka harus dipelihara, dilindungi, dan didukung. Lewat perintah ini kita memahami hati Allah yang berpihak pada orang-orang yang terpinggirkan dan lemah. Untuk itu, umat Allah diminta untuk bertindak adil dan penuh belas kasihan.
Juga ditambahkan, bahwa Allah memeriksa niat hati. Ia memperingatkan agar umatNya tidak menyimpan niat jahat terhadap sesama. Allah menginginkan pikiran dan motivasi yang bersih dari niat jahat atau niat yang merugikan orang lain. Ia memanggil kita untuk saling mengasihi dan mencari perdamaian daripada merencanakan kejahatan di dalam hati kita. Nabi Zakharia menyampaikan keinginan Allah agar umat-Nya menerima keadilan dan kebenaran yang sejati, serta menunjukkan kasih sayang dan kebaikan satu sama lain.
Melalui ayat ini, Allah mengingatkan kita akan pentingnya keadilan dalam interaksi dan hubungan sesama kita. Kita dipanggil untuk menjadi pelaku keadilan, memperlakukan orang lain dengan adil, setara, dan benar. Hal ini termasuk melakukan keadilan dalam kehidupan pribadi, komunitas, dan masyarakat secara luas. Kemudian Allah juga menekankan kebutuhan kebaikan dan belas kasihan. Allah memanggil kita untuk memperluas kasih dan belas kasihan itu kepada orang lain, terutama kepada mereka yang rentan dan terpinggirkan. Kita harus menunjukkan kasih sayang yang sama seperti yang telah Allah tunjukkan kepada kita. Yang terakhir, ayat ini mengingatkan pentingnya sikap dan niat hati kita. Allah tidak hanya peduli dengan tindakan kita, tetapi juga dengan motivasi dari dalam hati kita. Kita dipanggil untuk memeriksa motivasi dan niat kita, memastikan bahwa niat dan tindakan kita selaras dengan keinginan Allah, yakni kasih, keadilan, dan perdamaian. Amin.
5. Doding: Haleluya No. 339:3-4
Ai pintor uhum-Mu bai harajaon-Mu,
in ihutkononku baen hagoluhanku.
Dob tangkas hubotoh sonang i lambung-Mu,
ai pintor uhum-Mu bai harajaon-Mu.
Ham paridop uhur bai ganup pardousa,
daroh-Mu madurus, baen tobus ni dousa.
In do na margogoh mamintori jolma,
Ham paridop uhur bai ganup pardousa.
6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS