Sebelum rangkaian ibadah dan pesta ulang tahun ke-50 GKPS Batu Lima dumai, Pimpinan Sinode GKPS (Ephorus) Pdt. John Christian Saragih, S.Th, M.Sc mendoakan seluruh rangkaian ibadah dan pesta agar berjalan dengan baik dan lancar. (Foto: Rinaldi Edwart Purba)
PEMATANGSIANTAR. GKPS.OR.ID. Pesta hari ulang tahun (HUT) ke-50 GKPS Batu Lima digelar pada Minggu (26/4/2026) siang, di gereja GKPS Batu Lima, Jl. Asahan Km. V, Pematangsiantar. Ratusan warga jemaat hadir dalam ibadah dan perayaan ini.

Sukacita perayaan ulang tahun semakin lengkap dirasakan warga jemaat dengan hadirnya Pimpinan Sinode GKPS (Ephorus) Pdt. John Christian Saragih, S. Th, M. Sc beserta inang br. Sinaga, Praeses GKPS Distrik I Pdt. Jhon Winsyah Saragih, M. Th, Pendeta GKPS Resort Batu Onom Pdt. Amri Tondang, S. Th, serta Penginjil Rasianna Damanik, S. Th.

Pesta ulang tahun diawali dengan ibadah minggu bersama dipimpin Ephorus. Walau suhu panas yang cukup terik pada siang itu, ibadah berlangsung dengan khidmat, dan tak mengurangi sukacita jemaat mensyukuri berkat Tuhan yang luar biasa atas 50 tahun penyertaan-Nya.
Dalam ibadah, Ephorus meneguhkan iman percaya jemaat lewat khotbahnya. Mengutip Kisah Para Rasul 2:22-28, Ephorus menerangkan bahwa Yesus bukan sekadar pribadi yang pernah hidup, tetapi Dia adalah karya Allah yang nyata melalui mujizat, salib, dan kebangkitan mengajak jemaat melihat kembali siapa Yesus Kristus sebenarnya.

“Yesus bukan sekadar pribadi yang pernah hidup, tetapi Dia adalah karya Allah yang nyata melalui mujizat, salib, dan kebangkitan. Kematian Yesus bukan kegagalan, melainkan jalan menuju kemenangan. Kebangkitan Yesus Kristus membuktikan bahwa maut tidak berkuasa,” terangnya.
Berkaitan dengan hal tersebut, Ephorus mengajak agar jemaat memiliki iman yang jelas, terang dan berakar kuat.
“Harus jelas dan terang dasar iman percaya kita pada Yesus yang adalah sumber hidup. Iman percaya kepada Yesus Kristus tidak boleh kabur atau sekadar ikut-ikutan. Iman harus jelas, terang, dan berakar kuat, sehingga tidak mudah goyah oleh keadaan, ajaran lain atau tantangan hidup,” ajak Pdt. John Christian Saragih.
Bagi Ephorus, kematian dan kebangkitan Yesus membuat setiap orang yang percaya kepada-Nya menjadi orang benar.
“Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah inti iman Kristen. Melalui dua peristiwa ini, Allah membuka jalan supaya manusia yang berdosa dapat dibenarkan dan dipulihkan dalam hubungan dengan-Nya. Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah bukti kasih Allah yang luar biasa bagi manusia. Di kayu salib, Yesus menanggung dosa yang bukan milik-Nya, tetapi milik kita. Ia rela menggantikan kita, supaya kita tidak lagi hidup dalam hukuman,” terangnya dengan tegas.
Dalam kesempatan ini Ephorus kembali menyinggung tentang parjumatanganan sebagai ruang perjumpaan untuk seluruh warga GKPS semakin mengenal Kristus.
“Partinandaan (pengenalan) kepada Yesus sangat penting bagi setiap orang percaya, dan salah satnya lewat parjumatanganan. GKPS sudah memulai dan menggencarkan parjumatanganan dengan harapan mampu membimbing tiap-tiap keluarga untuk semakin mengenal dan serupa dengan Yesus Kristus dalam seluruh aspek hidupnya. Bukan sekadar belajar firman, tetapi mengalami perubahan hidup yang nyata,” terangnya.
Pdt. John Christian diakhir khotbahnya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh warga GKPS Batu Lima yang merayakan ulang tahun ke-50, sembari mengajak agar agar terus menjadi saluran berkat bagi banyak orang.
“Angka 50 tahun bukan hanya sekedar angka, tapi ini bukti bahwa dalam perjalanan gereja-Nya yang panjang, kasih Tuhan tetap menyertai, dan setiap individu di dalamnya terpanggil untuk menjadi berkat bagi dunia ini, semangat pelayanan semakin berkobar, persatuan jemaat semakin erat, dan setiap program gereja menjadi alat untuk memuliakan nama Tuhan,” pintanya. (hks/bgs)
Pewarta dan Foto: Rinaldi Edwart Purba