Pimpinan Sinode GKPS (Ephorus), Pdt. John Christian Saragih, S.Th., M.Sc., membuka pintu gereja sebagai tanda dimulainya penggunaan gedung tersebut untuk ibadah jemaat GKPS Bah Bulian. (Foto: Rinaldi Edwart Purba)
PEMATANGSIANTAR, GKPS.OR.ID – Minggu, 2 Agustus 2026, menjadi momen bersejarah yang penuh dengan ucapan syukur bagi seluruh jemaat GKPS Bah Bulian, Resort Gunung Monako, Distrik V. Gedung gereja baru yang terletak di Nagori Panduman, Kecamatan Raya Kahean, untuk pertama kalinya digunakan sebagai tempat ibadah bersama.

Sebagai tanda dimulainya penggunaan gedung peribadahan tersebut, Pimpinan Sinode GKPS (Ephorus), Pdt. John Christian Saragih, S.Th., M.Sc., menandatangani prasasti peresmian. Penandatanganan ini dilakukan bersama dengan Praeses Distrik V, Pdt. Lenni Marintan Damanik, S.Th., M.M.; Pendeta GKPS Resort Gunung Monako, Pdt. Deliana Elviwati Purba, S.Th.; Ketua Umum Panitia, Delpin Barus, S.T., M.I.Kom.; serta Pengantar Jemaat GKPS Bah Bulian, St. Nurprendi Saragih.

Sebelumnya, bangunan fisik GKPS Bah Bulian berada di daerah Bah Bulian. Namun, karena mayoritas warga jemaat berdomisili di Nagori Panduman yang berjarak sekitar + 1,5 km dari lokasi lama, jemaat bergumul untuk memindahkan gereja. Melalui rangkaian doa, pergumulan panjang, dan musyawarah bersama, jemaat akhirnya berhasil mendirikan gedung gereja baru tepat di tengah permukiman mereka sendiri.
Dalam kunjungan pastoral sekaligus peresmian ini, Ephorus GKPS didampingi Pdt. Lenni Marintan Damanik, S.Th., M.M.; Praeses Distrik III, Pdt. Erwin A. Saragih, M.Th.; Praeses Distrik X, Pdt. Jhonsar Medi Purba, S.Th.; Pdt. Deliana Elviwati Purba, S.Th.; PPLMG GKPS, Pdt. Jan Riwando Purba, S.Th.; Litbang GKPS, Pdt. Juna Daniel Saragih, S.Th.; serta para pendeta dan penginjil se-Distrik V.
Prosesi Adat dan Protokol Peresmian
Acara peresmian atau Pesta Pamongkotan ini berlangsung dengan khidmat melalui empat rangkaian prosesi utama. Acara diawali dengan peresmian gedung GKPS Bah Bulian, yang dilanjutkan dengan pengguntingan pita serta pembukaan pintu gereja secara simbolis. Prosesi kemudian diteruskan dengan penanaman pohon oleh Ephorus, dan diakhiri dengan penandatanganan prasasti sekaligus penyerahan surat tanah gereja kepada Pimpinan Sinode.

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kerja keras panitia serta kerja sama yang solid dari seluruh unsur kepengurusan, Pengurus Resort, Pengurus Majelis Jemaat (PMJ), Majelis Jemaat (MJ), hingga seluruh warga jemaat.
Susunan inti kepanitiaan dipimpin oleh Delpin Barus, S.T., M.I.Kom. sebagai Ketua Umum; Erwin Parulian Saragih, S.T. sebagai Sekretaris Umum; dan Pdt. Done Sarsen Saragih, S.Th., M.M. sebagai Bendahara Umum. Sementara itu, teknis lapangan dipandu oleh St. Patman Damanik selaku Ketua Pelaksana dan St. Uliaman Sitopu sebagai Wakil Ketua.
Pesan Khotbah: Kemerdekaan dan Keamanan dari Tuhan
Di hadapan sekitar 800 jemaat yang memadati gereja baru, Pdt. John Christian Saragih menyampaikan khotbahnya yang berlandaskan pada Yosua 21:43–45. Mengingat momen peresmian bertepatan dengan bulan Agustus, Ephorus menyapa jemaat dengan pekikan penuh semangat, “Salam Semangat Kemerdekaan!”

Beliau merefleksikan sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang terbebas dari penjajahan asing selama 3,5 abad sebagai gambaran penderitaan yang bertransformasi menjadi kemenangan. Hal serupa, menurut Ephorus, terjadi pada bangsa Israel yang mendapatkan keamanan dan pembebasan dari Tuhan (Ayat 44).
“Keberhasilan bangsa Israel mendiami negeri yang dijanjikan Tuhan bukan semata karena keahlian maupun pengalaman mereka, melainkan karena Tuhan yang ikut berperang dan membebaskan umat-Nya,” tegas Ephorus GKPS.
Menutup khotbahnya yang menyejukkan, Pdt. John Christian mengingatkan jemaat untuk selalu menjaga kedamaian setelah menempati rumah ibadah yang baru.
“Keamanan dari Tuhan sudah diresmikan, domma ibongkot (sudah dimasuki), dan sudah kita terima. Hari ini adalah hari kemenangan, kemerdekaan, dan pembebasan bagi seluruh jemaat GKPS Bah Bulian di huta Panduman ini, di tanoh Habonaron do Bona,” pungkasnya. (hks/bgs)
Pewarta: Rinaldi Edwart Purba