Bahan Namaposo 15 Pebruari 2026
Teks Khotbah : Roma 12:1-2
Tema : Persembahan yang hidup
Tujuan : Agar Namaposo mau mempersembahkan tubuhnya sebagai persembahan yanhidup dan berkenan kepada Tuhan.
Persebahkanlah Tubuhmu Sebagai Persembahan Yang Hidup
Kalau kita mendengar kata persembahan, biasanya kita langsung berpikir: uang di kantong persembahan, pelayanan di gereja, waktu hari Minggu. Tetapi dalam firman Tuhan hari ini ada sesuatu yang lebih spesifik yaitu, Tuhan tidak hanya minta apa yang kita punya, tapi siapa kita.
Persembahan dalam Perjanjian Lama adalah tindakan umat Israel membawa sesuatu kepada Allah sebagai ungkapan syukur, ketaatan pada perintah Tuhan, pendamaian atas dosa, tanda hubungan perjanjian dengan Allah. Persembahan tersebut dapat berupa korban binatang-binatang pilihan, yang terbaik dan disertai dengan hati yang benar. Persembahan yang mereka lakukan bukan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan Allah, tetapi dalam rangka mendidik umat agar hidup taat dan kudus. Inilah respons atas “kemurahan Allah” yang telah memelihara dan memberkati kehidupan bangsa tersebut.
Di dalam Perjanjian Baru, semua persembahan dalam Perjanjian Lama menunjuk kepada Yesus Kristus sebagai korban yang sempurna. Tidak perlu korban binatang lagi dan orang percaya dipanggil untuk mempersembahkan hidup dalam pujian dan ketaatan. Persembahan tersebut dapat ditunjukkan dalam hidup kita setiap hari: cara kita berbicara, cara kita memperlakukan orang lain, cara kita memperlakukan tubuh, menggunakan waktu, dan kemampuan yang ada dalam diri kita. Memberikan yang terbaik didalam diri kita, sebagai persembahan yang hidup, bukan sisa-sisa inilah yang menjadi prioritas. Oleh karena itu, dalam rangka pencapaian menjadi persembahan yang hidup, Paulus berkata dalam ayat 2a dikatakan “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini…” Sebagai Namaposo GKPS penting untuk mengingat ini, dunia selalu penuh dengan tawaran menarik, yang penting viral, yang penting terlihat sukses, yang penting senang sekarang. Dimana hal-hal tersebut tanpa kita sadari, dunia ini dapat dan telah membentuk pola pikir kita dan lambat laun kita menjadi sama dengan dunia ini. Paulus tidak berkata “lari dari dunia,” tapi “jangan sama dengan dunia.” Oleh karena itu Paulus dengan tegas mengatakan “Berubahlah oleh pembaruan budimu…”. Pembaharuan budi terjadi lewat firman Tuhan yang kita dengar, dalam doa yang kita ucapkan, dan dalam persekutuan-persekutuan kita. Ingatlah, Tuhan tidak langsung mengubah keadaan, tetapi Tuhan menghendaki dan mengubah cara berpikir kita terlebih dahulu. Dengan cara inilah kita dapat mengenal manakah yang menjadi kehendak Allah. Tuhan mengharapkan seluruh Namaposo GKPS untuk memberikan persembahan yang terbaik bagi-Nya, melalui apa yang ada pada kita, secara khusus hidup kita yang menjadi persembahan yang terbaik bagi Tuhan. Amin.