Menu
Categories
RENUNGAN SEKSI PEMUDA 1 FEBRUARI 2026
30 Januari 2026 Bahan PA

Renungan Pemuda

Tanggal 01 Pebruari 2026

Teks                 : Lukas 2:22-40

Thema             : Melihat Keselamatan

Tujuan             : Agar Naposo memahami bahwaYesus Kristus adalah Juruselamat Umat Manusia

 

Berjumpa dengan Yesus membawa Damai Sejahtera

 

 

Horas buat naposo kami, apa khabar harapan kami naposo dalam keadaan baik dan sejahtera selalu.

Dalam minggu ini nasiam naposo merenungkan sebuah teks yang luar biasa, yang mana Yesus Kristus hadir di dunia ini untuk menyelamatkan kita. Untuk itu kita semua pasti sangat bersyukur kepada Tuhan Allah, karena kasih-Nya yang nyata, sempurna dan menyelamatkan dalam Yesus Kristus telah menjadi bagian kita. Untuk memperdalam teks ini ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari dalamnya antara lain:

Pertama: Membawa anak dalam persekutuan dengan Tuhan Allah, adalah tanggung jawab orang tua. Inilah yang dilakukan oleh Maria dan Yusuf sebagai orang tua yang taat kepada Tuhan. Mereka memenuhi hukum Taurat, ketika genap delapan hari Yesus disunat, diberi nama Yesus sesuai nama yang disebut malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. Ketika genap waktu pentahiran yakni 30 hari sesudah kelahirannya, Maria yang melahirkan-Nya membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan sesuai hukum Tuhan, bahwa “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”.  Di samping itu mereka membawa persembahan yakni sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

Di lingkungan gereja kita, biasa juga anak dibawa untuk melaksanakan pelayanan sakramen Baptisan Kudus. Orang tua baptisan membawa anak-anak mereka ke gedung gereja untuk menerima pelayanan sakramen baptisan kudus. Hal ini tentu harus mencerminkan adanya orang tua yang bertanggung jawab dan takut akan Tuhan. Tentunya itu hanya sekedar tindakan seremonial atau karena kebiasaan saja, namun lebih khusus orang tua baptisan untuk melakukannya sebagai tindakan iman. Sehingga Babtisan itu boleh dirayakan dengan mengucap Syukur kepada Allah dengan menggelar pesta ucapan Syukur. Tapi yang pasti yang diutamakan adalah ibadah babtisan itu sendiri, sehingga bila tidak dirayakan dengan pesta juga tidak apa-apa.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.

Selanjutnya, hal kedua yang perlu diperhatikan bersama adalah tindakan iman yang dilakukan oleh seorang yang bernama Simeon. Ia sangat bersukacita bahkan siap mati setelah bertemu dengan Yesus. Dikatakan bahwa ia adalah seorang yang benar dan saleh. Ia menantikan penghiburan bagi Israel yang sedang dijajah bangsa Roma saat itu. Roh kudus telah menyatakan kepadanya bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Dan saat ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus,  ia menyambut Anak itu dan menantang-Nya sambil memuji Allah, katanya: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

Sebagai orang kristen tentu kitapun harus memiliki damai sejahtera karena telah melihat keselamatan dari Tuhan dalam Yesus Kristus. Memiliki damai sejahtera berarti siap menghadapi perjuangan hidup dengan segala suka dukanya sambil terus berkarya bagi Tuhan. Memiliki damai sejahtera berarti mengakui dan mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Tidak mengandalkan kemampuan dan pengetahuan apalagi ramalan, datu dan ilah lain. Memiliki damai sejahtera berarti menghormati dan mengasihi orang lain karena penyelamatan Tuhan untuk semua orang yakni segenap bangsa-bangsa. Dengan demikian memiliki damai sejahtera adalah momen untuk berdamai dengan diri sendiri supaya tidak merasa gelisah, takut dan kuatir. Momen untuk berdamai dengan Tuhan, supaya tidak lagi melakukan apa yang jahat di mata-Nya dan momen untuk berdamai dengan orang lain, apakah di tengah keluarga, antara suami isteri, orang tua dan anak serta antara kakak beradik. Juga berdamai dengan anggota jemaat serta masyarakat. Kita berdamai dengan orang lain, bukan karena kita suka berdamai tetapi karena kita telah menikmati damai sejahtera dari Tuhan. Tidak ada damai sejahtera dalam hidup  jika kita tidak berdamai dengan orang lain.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.

Bagian Alkitab ini, juga memperlihatkan bahwa seorang anak yang dikasihi Tuhan, dikasihi oleh orang tuanya, diterima dan dihormati oleh lingkungan sosialnya, maka ia akan bertumbuh dengan luar biasa. Demikianlah Yesus, dalam rancangan Allah, Ia dikasihi Allah, dikasihi orang tuanya serta orang lain di lingkungannya seperti Simeon dan Hana, maka Ia bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Selanjutnya diingatkan kepada anak-anak kita, mulai dari anak sekolah minggu, remaja dan pemuda. Hormatilah orang tuamu, takutlah akan Tuhan, rajinlah beribadah, belajar dan bergaulah dengan baik, milikilah damai sejatera Tuhan dan bawalah berita selamat Tuhan untuk semua orang dimanapun kamu pergi dan berada. Semoga kalian terus bertumbuh menjadi besar, kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada padamu. Akhirnya, biarlah kita memiliki dan mewujudkan damai sejahtera Allah, karena kita telah bertemu dengan Yesus yang datang ke dalam dunia supaya kita diselamatkan. Kita yakin damai sejahtera Allah dalam Yesus Kristus ini akan terus menjadi bagian kita sampai Ia datang kembali, bahkan sampai di sorga kekal. Kiranya Tuhan selalu menolong dan memberkati kita sekalian. Amin.

Comments are closed
**