Menu
Categories
Bahan Renungan Remaja, 15 Maret 2026
10 Maret 2026 Bahan PA

Thema        : Yesus Disiksa

Tujuan        : Supaya Remaja Dapat:

  1. Memberi Komentar terhadap penyiksaan Yesus
  2. Menjelaskan alasan penyiksaan Yesus bagi diri-Nya sesuai nats
  3. Menyebutkan Tindakan penyiksaan terhadap Yesus pada Zaman sekarang
  4. Menyatakan tekad tidak ikut menyiksa Yesus melalui tulisan

 

Adek-adek remaja sekalian, bagaimana perasaan mu ketidak ada tuduhan bahwa kamu melakukan sesuatu yang salah padahal kamu tidak melakukannya? Mungkin kamu pasti marah, atau kamu akan melakukan pembelaan diri, atau mungkin kamu akan mengadu kepada pihak berwajib bahwa kamu telah difitnah. Karena umumnya orang-orang yang teraniaya dan diperlakukan tidak adil akan menuntut keadilan. Mereka akan protes, berteriak, melakukan demonstrasi, dan berusaha sekuat tenaga untuk membuktikan dirinya benar dan tak sepantasnya menerima perlakuan yang tidak adil.

 

Reaksi Yesus terhadap ketidakadilan atas diri-Nya terkesan janggal di mata orang banyak. Ia terlihat pasrah dan menerima perlakuan yang tidak adil. Penderitaan yang dialami Yesus bukan disebabkan karena Ia terbukti bersalah, melainkan dipicu oleh kebencian serta kedengkian para elite agama Yahudi. Di sini, Matius menggambarkan begitu detail penyiksaan terhadap Yesus, Ia dibawa oleh para serdadu (27), pakaian-Nya ditanggalkan dan dikenakan jubah ungu sebagai tanda olok-olokan kepada Dia (28); kepala-Nya diberi mahkota duri dan dihina oleh para serdadu itu (29); Ia diludahi dan kepala-Nya dipukul (30); dan Ia kembali diejek oleh para serdadu dan dibawa menuju tempat penyaliban (31).

 

Mari kita lihat bagaimana hukuman yang diterima Yesus ketika Dia telah ditangkap oleh serdadu-serdadu pada saat itu. Kemudian mereka membawa Yesus ke pengadilan. Dan mereka memamanggil seluruh pasukan untuk mengelilingi Yesus. Mereka memperlakukan Yesus persis seperti penjahat yang bisa mencelakakan mereka. Kemudian mereka menanggalkan pakaian-Nya dan menggantinya dengan jubah warna ungu. Ini merupakan sebuah penghinaan, persis seperti orang yang ditangkap pada jaman sekarang, dimana dia dikenakan baju tahanan. Padahal Yesus tidak pernah berbuat kejahatan di tengah-tengah Masyarakat. Selanjutnya mereka mengenyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Kemudian mereka mengolok-olok Yesus.

 

Nah adek adekku sekalian,

Mahkota duri itu adalah sebuah mahkota, lambang kemuliaan, lambang kehormatan, lambang kuasa, tapi mahkota yang mereka kenakan adalah mahkota yang terbuat dari duri. Satu sisi mereka memberikan penghormatan kepada Dia tapi sekaligus juga memberikan penghinaan kepada Yesus. Ini menunjukkan olok-olok kepada Yesus. Saudara bisa bayangkan, bahwa ada orang yang mengayam mahkota duri ini untuk dikenakan di kepala Yesus. Kita bisa bayangkan bahwa itu adalah sebuah Tindakan yang sangat menyakitkan Tuhan Yesus. Wajahnyab isa hancur, kepalanta pasti berdarah-darah. Tatapi satu hal yang kita petik di sini bahwa Yesus tidak pernah melawan atau membuat pembelaan, tapi Dia pasrah kepada Allah Bapa. Tentunya sebagai murid-murid Yesus kita tidak pantas untuk meniru apa yang telah diperbuat oleh orang Farisi tersebut. Kita tidak boleh memberikan kehormatan sekaligus penghinaan kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Seharusnya kita harus menghormati Dia dan memuliakan dia dengan hati yang tulus.

 

Kemudian mereka juga mengambil buluh, sebagai pengganti tongkat. Kemudian buluh tersbut juga mereka pakai untuk memukul Dia. Mereka mengolok-olok Dia. Adek-adek sekalian pada jaman kita sekarang ini juga mungkin tanpa kita sadari, kita telah menyiksa Yesus untuk ke dua kali. Dimana kita tidak berjalan sesuai dengan firman-Nya, hidup dalam kegelapan, dosa, membenci terang, suka bermusuhan dengan orang lain, tidak mau mendengar kata-kata orang tua, dipengaruhi oleh game, hp dan lain sebagainya. Untuk itu mari kita muliakan Tuhan Yesus dengan taat akan ajatan-Nya. Amen

Comments are closed
**