
Riap ma hita sauhur martangkap tangan,
ibagas damei na humbai Tuhan in.
Marpangarapan tongtong bai horja ni Tuhan,
hataridahan ni hasintongan-Nin.
Marpangarapan tongtong bai horja ni Tuhan,
hataridahan ni hasintongan-Nin.
“Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: ”Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”, kamu berbuat baik.”
Untuk itu Yakobus memberi nasihat dan perintah dengan cara menegaskan kembali agar tetap mendasarinya dari ajaran dan hukum yang telah diketahui oleh jemaat sejak dari Perjanjian Lama (Im. 19:18) dan juga ajaran Tuhan Yesus (Mat. 22:39), yakni tentang perintah kasih sebagai hukum yang utama dan terutama. Jemaat dipanggil untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, pikiran, kekuatan dan juga mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Kita tidak hanya diperintahkan untuk mengasihi Allah tetapi juga untuk mengasihi sesama. Jadi tindakan pilih kasih adalah melanggar perintah Tuhan ini. Itulah sebabnya dikatakan ketika orang percaya melakukan kasih kepada sesamanya, maka ia telah berbuat baik, sebab ia taat pada ajaran dan perintah Tuhan. Kita dipanggil untuk memperlakukan sesama dengan baik, memberi hormat, melayani, memperhatikan apa yang dibutuhkan sesama kita.
Orang percaya dipanggil untuk hadir melayani sesama tanpa diskriminasi, dengan cara terus mengingat dan melakukan perintah dan hukum Tuhan, yakni mengasihi Allah dan sesama. Bukti kesetiaan iman percaya kita kepada Tuhan akan terlihat melalui perbuatan kasih kita kepada sesama kita. Siapapun yang membutuhkan bantuan ketika kita mampu untuk menolongnya, maka lakukan itu dengan tulus, ikhlas dan penuh kasih. Maka orang lain akan merasakan kehadiran kasih Tuhan di dalam kehidupan mereka melalui anak-anak Tuhan yang senantiasa hidup dalam kasih. Amin.
Haholongan humbai Jesus, sai parborsih uhurhon.
Tong sai usir ganup tikas, ‘se borsih tong tonduyhon.
Kantor Sinode GKPS