
Sai ulang be da mabiar ganup,
boiskon ma da gogohmu ganup!
Age roh sibolis lao mandorab ho,
sai tatap ma Jesus na lampou gogoh.
“Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;”
Kemampuan untuk mendeteksi kepalsuan tersebut jugalah yang diperingatkan rasul Paulus melalui ayat harian ini. Paulus dalam menghadapi jemaat di Efesus bergulat dengan kekuatan-kekuatan yang sulit dilacak atau dibuka kedoknya. Untuk itu, sebagai seorang tahanan ketika menulis surat ini, ia mempunyai banyak kesempatan untuk merenungkan berbagai perlengkapan perang yang dikenakan prajurit Romawi di sekitarnya. Ia juga familiar dengan jenis perintah yang disampaikan seorang jenderal Romawi untuk menggerakkan pasukannya. Maka melalui ayat harian ini, rasul Paulus mengadopsi metafora perlengkapan perang dan format perintah jenderal tersebut dengan cara yang subversif untuk mendorong iman yang berani tetapi tidak agresif. Semua perlengkapan perang yang dituliskan dalam ayat harian ini ditujukan untuk perlindungan. Perlindungan itu semua dipakai, sehingga dapat memberitakan “Injil damai sejahtera” (ayat 15).
Melalui ayat harian ini, Paulus secara subversif menggunakan baju zirah Romawi untuk berbicara tentang pertahanan yang telah disediakan Allah; baju zirah itu perlu dipakai. Allah telah begitu sempurna memberikan segala perlindungan dan pertahanan dari segala situasi yang ada di dunia ini. Semua pertahanan dan perlindungan itu kita dapatkan dalam Yesus Kristus dan dalam Firman Tuhan. Tuhan juga telah menyediakan segala kebenaran sorgawi yang dapat kita pakai sebagai ikat pinggang yang menjadikan kita kuat dan tidak gampang digoyahkan oleh kekuatan duniawi. Bahkan dengan mengenakan kasut kerelaan, maka kita akan terus bergerak, memberitakan “Injil damai sejahtera.” Semua itu akan membuat kita mampu berdiri tegak dan mempunyai kekuatan untuk mendeteksi segala tipu muslihat dunia dan daya pikat Iblis yang jahat.
Pada akhirnya, rasul Paulus meminta kita untuk berubah dari hanya bertahan terhadap semua kekuatan duniawi yang akan mengganggu dan mengecoh kita, menjadi umat percaya yang siap sedia memberitakan Injil damai sejahtera. Tuhan sudah memperlengkapi kita dengan segala karunia rohani yang dapat kita pakai untuk memberitakan Injil damai sejahtera. Oleh karena itu, dalam segala keadaan dan di setiap saat, kita diminta untuk tetap memberitakan Injil damai sejahtera. Dengan demikian, kedudukan kita yang berdiri tegap bersama dengan Tuhan dapat menjadikan sinar kemuliaan Allah semakin nyata dalam kehidupan. Amin.
Seng dong tarpangajamkon pargogoh diri da.
Ai seng dong in margagan anggo bai Naibata.
Ai sihol bereon-Ni do bam sinjata-Niin;
Ai seng tarbaen lang talu munsuhmu baenon-Niin.
Departemen Persekutuan GKPS