
Haganupan Malekat-Ni manlioti paratas-Ni.
Pasangapkon Raja in, pasangapkon Raja in.
Na humbabou markuasa harajaon i tanohta.
Mangirikkon titah-Niin, mangirikkon titahNiin.
“Maka Tuhan akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu Tuhan adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya.” (Zakharia 14:9)
Dari ayat ini kita melihat bagaimana Tuhan, melalui nabi Zakharia, memberikan kata-kata penghiburan yang pesannya adalah untuk memenuhi kerinduan yang panjang akan pemulihan, karena pengalaman menjadi bangsa yang tertindas dan terbuang sudah tidak tertahankan. Kata-kata dalam ayat ini mencerminkan kegigihan harapan, bahkan ketika penggenapannya tampaknya semakin tidak mungkin. Di saat harapan akan pembebasan apokaliptik dan dunia lain semakin meningkat, ayat-ayat ini mempertahankan kepercayaan bahwa tatanan politik yang adil dan setara masih dapat dipulihkan di dunia ini karena penguasa sebenarnya dan yang terus bekerja dengan nyata adalah pemerintahan dan kuasa dari Tuhan.
Dari pernyataan ayat ini dengan jelas disebutkan bahwa Allah telah mengatur segala sesuatu karena Ia yang berkuasa. Allah, seperti seorang sutradara, mengatur jalannya sebuah peristiwa sejarah. Kalau kita baca secara keseluruhan pasal 9 ini, maka kita akan melihat bagaimana kuasa dan rencana Tuhan itu bekerja nyata. Dalam adegan pertama, Allah mengumpulkan bangsa-bangsa untuk memerangi Yerusalem. Kota-kotanya direbut, dijarah, dan perempuan-perempuannya ditiduri. Bahkan, sebagian besar dari mereka menjadi tawanan di pembuangan (ayat 2). Allah membuat seolah kejahatan itu menang. Namun, pada adegan berikutnya, Tuhan tampil sebagai pahlawan memerangi kejahatan (ayat 3). Dengan kekuatan besar, Ia mengguncangkan dunia (ayat 4-6), mengalahkan kejahatan, dan mengembalikan kedamaian. Itulah saat Allah bertakhta sebagai raja (ayat 7-11). Sebagai bentuk keadilan, Allah menghukum kejahatan dengan berat (ayat 12). Ia akan menimpakan kengerian kepada segala bangsa yang jahat sampai mereka bersujud dan menyembah Allah (16-19).
Maka, hari-hari ini kita menyaksikan dunia yang begitu penuh dengan kejahatan. Hukum tidak mampu lagi berdiri tegak. Penindasan dan ratap orang jelata ada dimana-mana. Walaupun demikian, kita jangan berputus asa. Saat ini Allah sedang menantikan waktu yang tepat untuk memutarbalikkan semuanya. Ia akan datang tepat pada waktu-Nya. Saat kedatangan-Nya, kita akan terkagum-kagum dan menyembah karena kekuasaan-Nya yang begitu besar. Oleh karena itu, kita terus dipanggil untuk setia kepada Tuhan dan tetap percaya akan Kerajaan yang telah dibentuk dan akan diwujudnyatakannya di dalam Yesus. Marilah terus berbuat baik dan hidup dalam kasih walaupun di dunia terjadi begitu banyak ketidakadilan dan kesemena-menaan. Kita tetap yakin bahwa Tuhan adalah Raja yang telah mengaturkan segala sesuatu dalam kebenaran dan keadilan-Nya. Tugas utama kita adalah untuk tetap hidup dalam kebenaran dan keadilan-Nya. Amin.
Kantor Sinode GKPS