
Sol pagoluhon-Ni ganup jolma in,
sol pasonangon-Ni ‘ge parjahat in;
Asal itangihon haganupan in,
Hata hagolohan binoan-Ni in.
“Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya Tuhan, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala!” (Ratapan 5:21)
Nabi Yeremia yang telah menyatakan ratapannya akan Yerusalem, tiba pada sebuah kesimpulan bahwa bangsa Israel sangat membutuhkan pemulihan. Keadaan yang hancur, sengsara yang muncul dan penderitaan yang terjadi sudah begitu parah dan sulit untuk dipulihkan. Oleh karena itu, jalan terbaik untuk mengatasi keadaan ini adalah kembali kepada Tuhan. Untuk itulah nabi Yeremia berdoa untuk pemulihan bangsa Israel dan kembali berjalan dalam jalan kehidupan yang Tuhan telah sediakan. Melalui ayat harian ini jugalah nabi Yeremia menaikkan doa permohonan kepada Tuhan tentang keadaan bangsanya yang sudah hancur dan menderita sengsara.
Adapun isi dari doa permohonan nabi Yeremia ini mencerminkan keinginan yang mendalam untuk berdamai dengan Tuhan setelah masa penghakiman dan pembuangan. Bangsa Israel memahami bahwa keterpisahan mereka dari Tuhan disebabkan oleh dosa dan ketidaktaatan mereka sendiri. Doa yang sama seperti ayat harian ini juga dapat kita lihat dalam Mazmur 80:3, “Pulihkanlah kami, ya Allah; buatlah wajah-Mu bersinar atas kami, supaya kami selamat.” Ketika nabi Yeremia memanggil nama Tuhan dalam ayat harian ini, maka penekanan doa yang dimintakan adalah adanya hubungan perjanjian antara Tuhan dan Israel, dan menyadari tentang perlunya campur tangan ilahi untuk memulihkan hubungan yang rusak itu.
Dalam doa permohonan kepada Tuhan tersebut, juga disertakan Yeremia tentang pentingnya respons dan sikap umat Israel. Kata: maka kami akan kembali, adalah keinginan yang menunjukkan pertobatan dan kembali kepada Tuhan. Ini menunjukkan bahwa pemulihan sejati tidak hanya melibatkan tindakan Tuhan tetapi juga tanggapan dari umat. Dalam tanggapan ini jugalah terlihat adanya keinginan untuk menyadari kesalahan dan dosa-dosa yang sudah dilakukan dan kerinduan untuk mendapat pembaharuan dari Tuhan. Nabi Yeremia menekankan bahwa pertobatan yang sejati haruslah bermuara kepada pembaharuan yang disediakan Tuhan dalam kasih dan anugerah-Nya.
Dalam keadaan kita pada saat ini, tentu semangat pembaharuan ini juga tetap berlaku. Biarlah kita juga menaikkan doa yang sama kepada Tuhan, yaitu: baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala; yaitu hari-hari yang penuh dengan damai sejahtera dari Tuhan. Hari-hari ketika umat Tuhan dengan sukacita menjalankan semua perintah Tuhan dan mengucap syukur kepada Tuhan. Amin.
Hupatuduhkon dalan in, sisimbilonkonnima.
Ganup geduk ni uhurmin sipaubahonnima;
‘Se tong pansing ma tonduymin, ronsi rotap ni hosahmin.
Kantor Sinode GKPS