
Ham mangajari au, bai sihatahononku;
Dear marsahap au na sambor horomonku;
Sai bahen Ham au on, parhata na mantin;
Margogoh ma tongon ganupan hatangkin.
“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”
Dengan kuasa Roh Kudus, semoga kita menggunakan lidah kita untuk memberkati para pendengar kita, saling membangun, dan memuliakan Pencipta kita dalam doa dan pujian. Salah satu bidang utama yang menyebabkan keretakan dalam pernikahan dan keluarga dewasa ini adalah komunikasi. Rasul Paulus menggunakan kata rusak untuk menggambarkan ucapan yang memiliki kekuatan untuk menjatuhkan orang, baik orang dewasa maupun anak-anak (Ef. 4:29). Ia juga menyatakan bahwa komunikasi yang baik adalah, “pembangunan yang diperlukan,” karena memiliki kekuatan untuk membangun orang. Berikut adalah contoh-contoh komunikasi yang rusak, yang sering kita tujukan kepada anak-anak kita: “Tidak bisakah kamu melakukan sesuatu dengan benar?” “Apa yang salah denganmu?” “Kamu tidak akan pernah belajar.” “Kamu selalu merusak sesuatu.” “Oh, biarkan aku yang melakukannya.” Daftarnya tidak ada habisnya. Namun demikian, ada juga contoh-contoh komunikasi yang membangun. Kata-kata penyemangat adalah seperti berikut: “Itu dia!” “Kamu benar-benar bekerja keras hari ini.” “Aku sangat bangga padamu.” “Sekarang kamu sudah menemukan jawabannya.” “Kamu sangat ahli dalam hal itu.” “Itulah caranya!” “Itulah yang saya sebut pekerjaan yang baik.” “Pemikiran yang baik.” Demikian juga contoh yang lain, yang sering kita gunakan untuk membangun.
Paulus berkata bahwa ketika kita membangun orang lain melalui perkataan kita, kita memberikan kasih karunia, atau manfaat rohani, bagi kehidupan mereka (ayat 29). Marilah kita periksa kebiasaan berbicara kita untuk menemukan kata-kata yang tidak pantas, dan kemudian bertekad untuk membangun setiap orang yang kita temui, terutama anak-anak. Ingatlah, orang lebih membutuhkan penyemangat daripada kritik. Anda termasuk yang mana? Amin.
Departemen Persekutuan GKPS