
Bai musim ni sipangagou, Ham panjaga na gogoh.
Anggo bokas-Mu hutonggor, sai irikkononku Ham,
sai irikkononku Ham, sai irikkononku Ham;
Anggo bokas-Mu hutonggor, sai irikkononku Ham.
“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.”
Dengan demikian melalui ayat harian ini kita dapat melihat tentang Tuhan Yesus yang dengan misi yang lengkap itu ingin menjangkau semua orang. Tuhan Yesus dalam pelayanan-Nya selalu mempertemukan misi utama dengan situasi yang diamatinya langsung. Yesus memberi contoh tentang pelayanan yang holistik. Dari pengamatan langsung dan menjangkau semua lapisan masyarakat pada saat itu, Yesus mengetahui kebutuhan utama mereka. Kebutuhan itu adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Tuhan Yesus mengetahui mereka lelah secara fisik. Tetapi lebih daripada itu, Tuhan Yesus juga mengetahui bahwa arah tujuan hidup mereka secara rohani adalah seperti domba yang tidak mempunyai gembala.
Belajar dari pengamatan Tuhan Yesus tersebut, tentu akan membuka mata iman kita untuk semakin peduli kepada sesama dan lingkungan. Mungkin secara rohani, kita telah mengalami pertumbuhan iman yang baik dan mengenal keselamatan serta kasih setia Tuhan dengan baik. Tetapi sama seperti Yesus, ketika kita membuka wawasan kita untuk pergi keluar, mengamati keadaan sekeliling, merasakan kelelahan yang dialami oleh sesama kita, dan terpanggil untuk mengetahui pergumulan mereka seperti Yesus. Dari pengamatan tersebut, mungkin kita akan menemukan bahwa ada sesama kita yang lelah, frustasi, kecewa, putus asa, atau bahkan mungkin ada yang merasakan tidak mempunyai gembala. Maka sama seperti perintah Yesus kepada para murid-Nya untuk pergi melayani, kiranya panggilan pelayanan tersebut juga menadi milik kita.
Mari dengan segala karunia rohani yang Tuhan berikan, kita menjangkau sesama kita. Mari kita bertumbuh bersama sebagai umat Tuhan yang menjadikan Yesus adalah Gembala yang baik bagi kita. Kita adalah sesama yang harus terus bertumbuh dalam naungan Yesus sebagai Gembala Agung. Dengan panggilan dan kebersamaan tersebut, kita dapat mengurangi orang-orang yang merasa lelah dalam hidupnya. Ketika kita berada dalam panggilan tersebut, kita akan bersukacita karena Tuhan turut memakai kita menjadi hamba-Nya. Semakin kita memberi diri dan membuka hati untuk menjadi gembala bagi sesama, maka Tuhan akan terus memperlengkapi dan memberi kekuatan kepada kita. Amin.
Ijon do au Tuhanku sai suruh Ham ma au,
mandilo ganup jolma bai harajaon-Mu.
Hubere ma gogohku ‘ge panorangku pe,
seng ra au marnaloja, paima ganup roh.
Departemen Persekutuan GKPS