
Tonduy, daging uhur, ampa gogohnin,
ulang bai na sambor, sai Bamu ma in!
Ningon gok Bamu ma au hinopkop-Mu,
ase saud martuah au jabolon-Mu.
“Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya.” (1 Yohanes 2:8)
Jemaat Tuhan,
setiap orang percaya dipanggil untuk hidup dalam terang Kristus. Sama seperti proses yang terjadi dalam kehidupan, ketika ada sesuatu yang lama, maka ada sesuatu yang baru yang kita tuju, dan tentu ini membutuhkan proses yang kita harus siap untuk berada dalam proses tersebut. Rasul Yohanes menekankan bahwa ada perintah “baru” yaitu perintah untuk hidup dalam kasih. Perintah yang oleh Yesus Kristus telah menunjukkan kasih yang sempurna. Kedatangan Yesus membawa terang ke dalam dunia dan mengalahkan kuasa dosa dan kejahatan (Yohanes 8:12). Ketika umat percaya menerima Kristus, maka kegelapan dalam hidup kita mulai digantikan oleh terang kebenaran-Nya. Hidup dalam terang-Nya diperlihatkan dengan hidup dalam kasih, karena kasih adalah tanda orang percaya yang sejati, cerminan seseorang yang telah mengenal Allah. Hidup dalam terang sebagai cerminan hidup yang baru berarti juga menghidupi kebenaran, karena terang Kristus juga tentang kebenaran. Hidup dalam terang bukan hanya soal mengaku sebagai orang percaya, tetapi soal membiarkan terang Kristus benar-benar mengubah hidup kita, sehingga ketika setiap orang sudah hidup dalam terang, maka tidak ada lagi kegelapan di dalamnya, karena sesuatu yang baru telah bersinar dalam dirinya, yaitu kasih dan kebenaran Kristus.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
kasih adalah perintah Tuhan yang sudah ada sejak dahulu, tetapi diperbarui dalam Yesus
karena kasih-Nya adalah kasih yang rela berkorban. Lalu dalam komunitas kita di tengah-tengah keluarga, maka kita dipanggil untuk menyatakan dan menghidupi kasih, yang
bukan hanya tentang perasaan, tetapi harus dinyatakan dalam perkataan, sikap, dan
tindakan sehari-hari. Terang Kristus terpancar melalui kesabaran, pengampunan, doa bersama, dan saling mendukung dalam iman. Terang Kristus juga terwujudnyata ketika setiap anggota keluarga mampu saling meneguhkan dalam setiap kondisi, dan mampu saling mendukung untuk bersama-sama menjadi pelaku kebenaran, karena untuk itulah kita dipanggil dalam kehidupan yang baru. Maka nas ini mengharapkan agar kita mengenakan sesuatu yang baru yang menjadi identitas kita sebagai umat percaya yang telah menerima kasih, terang, dan keselamatan dari Tuhan, dan tetaplah memancarkan sinar, sehingga keberadaan kita menjadi berdampak bagi yang lainnya. Amin.
Ku mohon Yesus menolong menjaga hatiku,
agar bersih dan bersinar meniru Tuhanku.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
Bersinar, bersinar, aku bersinar terus.
Kantor Sinode GKPS