
1. Doding: Haleluya No. 496:1-2
Idilo Tuhan Naibatanta, haganup kuria-Ni in.
Ase manjalo haluahon, na binoban ni Kristus in.
Tangihon ma dilo-dilo-Ni, pateleng ham ma pinggolmu.
Ulang manosal holi dobni, bai ujungni panorangmu.
Sai jalo ma ganup hata-Ni, sai buhai ham ma uhurmu.
Sonai homa ge sinondang-Ni, in ma baen gabe suluhmu.
Tangihon ma dilo-dilo-Ni, pateleng ham ma pinggolmu.
Ulang manosal holi dob ni, bai ujung ni panorangmu.
2. Tonggo
3. Ayat Harian
“Sai ipalihar Naibata ma mata ni uhur nasiam, ase ibotoh nasiam aha do arta siarapkononkon halani pandiloon-Ni ai, anjaha sonaha surung ni hasangapon, siteanon na hun Bani, bani halak na mapansing in;” (Epesus 1:18)
“Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,” (Efesus 1:18)
4. Renungan: Pengharapan dalam Panggilan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
bila kita membaca ayat harian hari ini, maka ada beberapa kata yang menjadi penekanan dan benang merah dari pesan nas kita hari ini, yaitu: mata hati terang, mengerti pengharapan dalam panggilan, dan kayanya kemuliaan yang ditentukan-Nya. Tentu ada yang melatarbelakangi sehingga rasul Paulus menekankan poin penting seperti yang tertulis di atas. Bahwa umat percaya yang ada di Efesus adalah umat yang mendapat perhatian dari rasul Paulus, sehingga meskipun ia berada dalam penjara, tetapi itu tidak menghalanginya untuk memberi dukungan kepada jemaat Efesus. Sebenarnya apa yang terjadi pada jemaat Efesus, sehingga mereka harus mendapat dukungan? Kehidupan yang ada di sana masih mempercayai dewa dan dewi, yang salah satunya adalah dewi Artemis, yang diyakini mereka sebagai dewi yang membawa keberuntungan kepada mereka. Dan tentu hal ini menjadi sebuah pergumulan tersendiri bagi umat percaya di sana, sehingga rasul Paulus menekankan bahwa sejatinya umat Kristen harus mampu memperlihatkan identitasnya sebagai orang yang percaya meskipun di tengah-tengah orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
Jemaat Tuhan,
karena itulah maka hal yang menjadi penekanan bagi rasul Paulus adalah “mata hati yang terang.” Hal ini menunjukkan bahwa umat yang percaya sejatinya memiliki mata hati yang mampu melihat dan memahami pengharapan atas panggilannya. Dengan mata hati maka umat percaya mampu memahami kebenaran yang sesungguhnya, dalam hubungannya pada kepercayaannya kepada Tuhan Yesus Kristus. Keimanan kepada Tuhan Yesus Kristus sebenarnya menumbuhkan pengharapan akan panggilan-Nya (vocatio) terhadap orang-orang yang percaya. Bahwa Allah yang melalui Yesus Kristus yang memanggil mereka, memberikan pengharapan atas panggilan itu. Pengharapan atas keselamatan dan kehidupan kekal yang diberikan Tuhan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Maka salah satu identitas umat percaya adalah ketika umat percaya itu mampu melihat dengan mata rohaninya akan pengharapan yang diberikan Allah kepada mereka, sehingga meskipun mereka hidup di tengah-tengah komunitas yang tidak mengenal Tuhan Yesus, tetapi mereka tetap hidup dalam pengharapan atas panggilan mereka, karena Tuhan akan memberikan kepada mereka kemuliaan, yaitu kehidupan kekal.
Jemaat Tuhan,
dengan pemahaman yang lebih baik tentang pengharapan dan kuasa Allah, orang percaya diharapkan dapat hidup sesuai dengan panggilan mereka dan mengalami transformasi rohani yang mendalam. Panggilan Allah kepada umat percaya adalah sebuah janji dan harapan atas pelimpahan kemuliaan-Nya kepada orang yang telah dipanggil-Nya. Dan tentu ini adalah sebuah dasar pengharapan yang berpijak pada iman kita. Tentu firman ini juga ditujukan kepada kita hari ini, bagaimana kita tetap eksis dalam pengharapan kepada Tuhan, dan kita mampu melihat dan memahami kemuliaan-Nya yang diberikan kepada orang-orang kudus yang dipanggilnya. Agaknya, ini adalah tugas dan panggilan kita sebagai umat percaya, sehingga dalam segala situasi, identitas kita tidak akan kabur, yaitu sebagai orang-orang yang menerima panggilan keselamatan dari-Nya. Amin.
5. Doding: Haleluya No. 327:1
Marpangunsandeian bani Tuhan in, puji sai pasangap ma goran-Ni in.
Monang halani hatani Tuhan in, mangarapkon parpadanan in.
Sai mangarap bani padan ni Tuhanta Jesus Kristus.
Sai mangarap ma hita bai partobuson-Ni in.
6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS