1. Doding: Haleluya No. 159:1-2
Sai sol pujionku do Ham sodog on.
Jesus Naibatangku dob puho au on.
Sanggah sinok ahu iramotkon Ham,
ampa hasomanku ipasonang Ham.
Gogoh ni dagingku ipasuang Ham.
Bai na lao marhorja au sadari on.
Rap ampa uhurhu iparotot Ham;
Lihar panonggorhu lao mangidah Ham.
2. Tonggo
3. Ayat Harian
“Jadi nini Naibata ma hu bani, “Halani in do ipangindo ho, seng ipangindo ho ganjang ni umur, barang habayakon, barang hosah ni munsuhmu, tapi uhur do ipangindo ho laho mangarusi uhum, tonggor ma, bahenon-Ku ma romban hu bani hatamai. Bereon-Ku ma bam uhur na pentar anjaha na pantas, ase ulang adong na songon ho i lobeimu barang na sihol tubuh ope i pudimu.” (1 Raja-raja 3:11-12)
“Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: ”Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau.” (1 Raja-raja 3:11-12)
4. Renungan: Mintalah Hikmat
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
latar belakang dari ayat harian kita ini adalah saat Salomo telah diurapi menjadi raja Israel, menggantikan Daud. Saudaranya, yang bernama Adonia, melakukan kudeta dan boikot, agar ia dapat menjadi raja, karena Adonia adalah anak sulung. Yoab, yang adalah mantan panglima Daud, ikut mendukung Adonia. Imam Abyatar, seorang imam yang sangat besar pengaruhnya, juga berada di pihak Adonia. Akhirnya, dalam sebuah peperangan, Adonia, Yoab, dan Abyatar tidak berhasil menyelamatkan dirinya dan mereka pun dibunuh. Kemudian, Salomo mengambil putri Firaun untuk menjadi istrinya, lalu ia pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan kurban bakaran. Di situlah ia tertidur dan bermimpi. Dalam mimpinya itu, ia bercakap-cakap dengan Tuhan, dan ayat harian kita ini adalah sebagian isi percakapan Salomo dengan Tuhan di dalam mimpi Salomo.
Dalam mimpinya itu, ia diperkenankan Tuhan untuk meminta. Permintaan Salomo bukanlah harta, takhta, atau nyawa, melainkan pengertian untuk memutuskan. Permintaan itu bukanlah permintaan yang biasa. Itu permintaan yang luar biasa, karena didasari kesadaran atas kekurangan diri sendiri. Salomo sepertinya mengetahui apa yang akan menjadi pekerjaan terberatnya sebagai seorang raja, yaitu memberi keputusan yang benar. Di situlah ia merasakan bahwa hanya Tuhan yang mampu menutupi kekurangannya itu. Maka itulah yang menjadi permintaannya.
Kalau saat ini kita berdoa dan diizinkan Tuhan untuk meminta apapun kepadanya, maka apakah permintaan kita? Sebelum meminta, apakah kita sudah betul-betul sadar atas apa yang menjadi kekurangan kita? Melalui ayat harian kita hari ini, kita diingatkan untuk meminta hikmat kepada Tuhan. Ya, mintalah hikmat kepada Tuhan. Sebab, hikmat itu memang dari Tuhan asalnya. Ayub, orang saleh itu, mengakuinya dengan mengatakan, “Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian.” (Ayub 12:13). Daniel, si pemberani itu, juga mengakuinya dengan mengatakan, “Berkatalah Daniel: ”Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!” (Daniel 2:20). Dengan mendapatkan hikmat dari Tuhan, maka kita mendapatkan jalan dari Tuhan untuk menutupi kekurangan-kekurangan kita. Amin.
5. Doding: Haleluya No. 160:1+4
Rapkon Tuhan Jesus in pungkah lahoanmu.
Ningon bani Tuhan in tong pangguruanmu.
Jesus baen hasomanmin, puho ampa modom.
Dogei ma bokas-Ni in, Tuhanmin panalom.
Huondoskon ma tongon haganup langkahku.
Bai Tuhanku, na tongtong ibagas uhurhu.
Atap aha pe hubaen, Ham huunsagahkon.
Saud ma bahen Ham Tuhan haganupan, Amen!
6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS