
“Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,”
Jemaat Tuhan,
berdasakan hal ini, Petrus menegaskan tentang bagaimana sepatutnya mereka harus bersikap sebagai upaya memperlihatkan tanggung jawabnya dalam mengikut Kristus di tengah-tengah dunia ini. Maka Petrus mengawali dengan kalimat, “Kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan.” Maksudnya adalah mengakui Yesus Kristus sebagai pusat hidup dan iman. Menguduskan Kristus berarti memisahkan/mengkhususkan atau mengutamakan Kristus sebagai yang paling mulia dalam hidup kita. Artinya, tidak ada lagi pihak lain yang lebih dipercayai selain Kristus, dan ini akan terlihat dari sikap hidup yang menghidupi nilai-nilai kesetiaan kepada Kristus. Menguduskan berarti menghargai keunikan Kristus, memberi tempat yang sepantasnya bagi Dia, menghormati-Nya lebih daripada yang lain. Sikap menguduskan Kristus berarti juga menunjukkan sikap tunduk secara penuh kepada otoritas dan kehendak Tuhan dalam segala aspek kehidupan. Dan sikap dalam menguduskan Kristus yang dibungkus dalam kesetiaan pada-Nya, akan dipertanggungjawabkan pada waktunya kelak. Oleh sebab itu, pernyataan Petrus pada bagian berikutnya adalah tentang, “pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu.” Pertanggungan jawab berarti kemampuan untuk menjelaskan alasan di balik pengharapan kita dalam Kristus. Ini mencakup pengetahuan akan iman kita dan kesaksian hidup yang nyata, bahwa umat Kristen hidup dalam iman yang berpengharapan kepada Kristus sebagai Penyelamat baginya, maka iman yang kokoh ini dipertanggungjawabkan di hadapan orang yang meminta penjelasan dan pertanggungjawaban kepadanya. Di ayat ini rasul Petrus mengantisipasi suatu keadaan: orang-orang luar menanyakan pengharapan yang ada pada orang-orang Kristen. Ini bukan sekadar tentang pengharapan yang abstrak. Bukan hanya sebuah konsep yang belum tentu terwujud atau terbukti. Ini adalah tentang pengharapan yang ada pada mereka. Dalam pengharapan ada unsur kepastian keselamatan dan hidup kekal dalam Kristus, yang memberi makna dan tujuan bagi hidup orang percaya. Semuanya itu disampaikan dengan “Lemah lembut dan hormat.” Kesaksian tidak dilakukan dengan sikap kasar, merendahkan, atau memaksa, tetapi dengan kelembutan hati dan penghormatan terhadap orang lain, tetapi mencerminkan kasih Kristus dan menjadikan pesan lebih diterima. Pembelaan juga harus disertai dengan kesalehan.
Jemaat Tuhan,
bahwa umat Kristen pada saat ini tetap hidup dalam konsistensi imannya kepada Tuhan, itu harus. Bahwa hidup dalam pengharapan juga itu pasti. Bahwa iman Kristen dipersiapkan untuk mempertanggungjawabkan imannya di tengah-tengah dunia, itu pun harus dijalani, sehingga bagaimana cara umat Kristen memperlihatkan iman dalam pola hidupnya menjadi sebuah daya tarik tersendiri dan memperlihatkan keunikan orang Kristen yang selalu hidup dalam kasih Kristus dan penuh dengan kelemahlembutan. Maka biarlah kasih-Nya memampukan kita sebagai saksi-Nya. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS