Menu
Categories
Ibadah Harian Keluarga GKPS: Kamis, 26 Juni 2025
25 Juni 2025 TATA IBADAH

1. Doding: Haleluya No. 1:1+3
Jahowa sihol pujionku, ai Ham do Naibata sitompa au.
Sai suruh Tonduy-Mu hu bangku, mangajar au mamuji goran-Mu.
Marhitei-hitei Jesus AnakMu, ase dear dodingku hu Bamu.

Sai holong atei-Mu Jahowa, papandei au mamuji Goran-Mu.
Sai ulang asal puas hata, ningon botul mamuji hu Bamu.
Ham Bapa, Anak pakon Tonduy-Mu, doskon na jongjong au i lobei-Mu.

2. Tonggo

3. Ayat Harian
“Ai ibotoh nasiam do idop ni uhur ni Tuhanta Jesus Kristus, na bayak hinan, gabe miskin halani nasiam, ase bayak nasiam halani sombuh-Ni ai.” (2 Korint 8:9)

“Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.” (2 Korintus 8:9)

4. Renungan: Kaya karena Kasih Karunia
Jemaat Tuhan,
nas kita hari ini tidak terlepas dari ayat-ayat sebelumnya, yaitu ayat 1-8, yang secara keseluruhan mengangkat kondisi sikap jemaat yang ada di Makedonia. Apa hal yang menarik sehingga rasul Paulus mengangkat jemaat yang di Makedonia? Rasul Paulus sangat mengapresiasi sikap jemaat yang ada di daerah itu, yaitu sikap mereka dalam menolong dan menopang pelayanan dengan memberikan apa yang ada pada dirinya. Rasul Paulus mengamati bahwa agaknya jemaat yang ada di Makedonia sudah sampai kepada pemahaman dan sikap berbagi (share) dan bukan memberi (give). Bahwa mereka menopang bukan karena mereka sudah mapan dari segi perekonomian mereka, tetapi mereka memahami bahwa dengan menopang pelayanan, itu adalah bagian dari panggilan setiap orang percaya yang juga sudah menerima topangan dari Tuhan Yesus Kristus. Beranjak dari hal itu, maka rasul Paulus mengambil teladan yang sesungguhnya, yang dituliskan dalam nas kita hari ini.

Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
satu-satunya yang menjadi teladan yang utama dalam kehidupan umat manusia adalah karya Tuhan Yesus untuk manusia yang berdosa. Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dengan menjadi miskin agar umat-Nya manusia kaya, dibuktikan dengan pengorbanan-Nya demi mencapai misi yang telah dinyatakan Tuhan Allah kepada-Nya. Yesus yang kaya dalam keilahian-Nya, meninggalkan keilahian-Nya dengan menjadi manusia. Yesus yang memiskinkan diri adalah cara agar Yesus yang dalam wujud manusia, menjalani misi penyelamatan, dengan memberikan diri-Nya demi umat manusia, sampai kepada titik memberikan nyawa-Nya demi keselamatan manusia. Hal ini adalah karya besar yang dilakukan Tuhan Allah melalui Yesus yang menjadi miskin karena kita. Selain misi keselamatan, Allah juga merancang perubahan status bagi umat yang diselamatkan-Nya, Yesus yang “kaya” (keilahian, kemuliaan ilahi) rela “menjadi miskin” (inkarnasi, kelahiran dalam kemiskinan, pelayanan, kematian di salib) agar manusia “menjadi kaya” secara rohani dan kekal, sehingga yang sebelumnya miskin (rohani-berdosa), menjadi kaya (hubungan yang diperbaharui, dosa yang dihapus). Kesemuanya itu dilakukan oleh Tuhan Yesus berdasar dan di dalam kasih karunia-Nya. Bahwa kasih karunia menjadi landasan bagi-Nya untuk menjalankan misi penyelamatan yang diberikan Tuhan kepada manusia, dan karenanya manusia menjadi kaya. Paulus mengingatkan jemaat Korintus tentang kemiskinan nyata Kristus saat di dunia dengan Ia meninggalkan kemuliaan surgawi, hidup sebagai manusia, lalu mati di kayu salib, dan ini adalah bentuk kasih karunia terbesar.

Jemaat Tuhan,
melalui nas kita hari ini, agaknya kita perlu melihat dan mengintrospeksi diri kita. Begitu besar kasih karunia Tuhan kepada kita, yang membawa kita menjadi kaya. Kasih karunia itu telah kita nikmati dalam hidup ini, sehingga selayaknya kita juga harus hidup dalam kasih karunia itu, dengan memperlihatkan sikap yang mampu menopang, bahkan sampai kepada berkorban untuk menopang pelayanan, sehingga buah dari kasih karunia yang kita terima adalah ketika kita juga mampu memperlihatkan dan menghidupi kasih karunia tersebut, sebagai wujud panggilan kita sebagai umat-Nya. Amin.

5. Doding: Haleluya No. 102:1
Ham tongtong ihutkononku, Jesus Sipagoluh au.
Seng anjai tadingkononku, Ham na paluahkon au.
Humbai haganup dousangku, pakon humbai uhum in.
Na tongtong habiaranku, ibaen pardousaonkin.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

Kantor Sinode GKPS

Comments are closed
**