Menu
Categories
Ibadah Harian Keluarga GKPS: Kamis, 5 Juni 2025
4 Juni 2025 TATA IBADAH

1. Doding: Haleluya No. 343:1+3
Banggal tumang do holong-Mu, pabayu goluhkon.
Na doyuk kahou magou au, hape maluah do.

Bai lombang hamagouan in, tarsangkut au ijin.
Ai idop ni uhur-Ni in, manogu au hunjin.

2. Tonggo

3. Ayat Harian
“Songon daoh ni hapoltakan humbani hasundutan, sonai do ipadaoh panlanggaronta hun banta.” (Psalmen 103:12)

“sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.” (Mazmur 103:12)

4. Renungan: Kasih yang Tidak Terbatas
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
dalam pelajaran geografi, kita mengenal yang disebut dengan arah mata angin. Arah ini sangat dibutuhkan sebagai navigasi untuk menentukan arah. Ada 8 (delapan) arah mata angin yang kita pelajari, yang kesemuanya mempunyai ciri dan fungsi tersendiri. 2 (dua) di antaranya adalah timur dan barat, yang menggambarkan arah matahari terbit (timur), dan arah matahari terbenam (barat). Kedua arah ini merupakan bagian dari empat arah mata angin utama, yaitu utara, timur, selatan, dan barat. Lalu apa yang menarik dengan arah timur dan barat? Bahwa 2 arah ini memiliki arah yang berlawanan, yang tidak akan pernah bertemu, dan melambangkan jarak yang tidak terhingga. Dan berdasarkan hal tersebut, maka Daud memakai metafora arah timur dan barat sebagai gambaran atas pengampunan Tuhan yang tidak tebatas kepada umat-Nya.

Jemaat Tuhan,
lalu apa yang melandasi Daud sebagai penulis Mazmur 103 ini memakai metafora timur dan barat tersebut? Mazmur yang termasuk dalam kategori mazmur pujian ini menekankan kasih setia, pengampunan, dan keadilan Allah, yang juga mencerminkan pengalaman kisah umat Israel, saat mengenang perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar dalam sejarah mereka, khususnya pengampunan dosa serta pemulihan yang diberikan Tuhan kepada mereka. Secara khusus, nas kita hari ini menggambarkan betapa besar dan tak terbatasnya pengampunan Tuhan terhadap umat-Nya, sehingga ungkapan “sejauh timur dari barat” adalah gambaran arah yang tidak pernah bertemu, melambangkan jarak yang tak terhingga. Hal ini juga menunjukkan bahwa Allah dengan kasih setia-Nya menghapuskan dosa umat-Nya sejauh mungkin, Allah tidak membalaskan kepada kita setimpal dengan dosa kita, melainkan menghapusnya sejauh mungkin, karena kasih-Nya yang besar dan hal ini menegaskan bahwa pengampunan Tuhan bersifat total dan tidak bersyarat.

Ungkapan “sejauh timur dari barat” melambangkan penghapusan dosa yang tidak terbatas dan tidak dapat dijangkau kembali. Dosa yang dapat memisahkan kita dari Tuhan, tetapi melalui pengampunan-Nya, hubungan kita dipulihkan. Pengampunan yang diberikan Allah mendorong umat-Nya untuk tidak terus-menerus mengingat dosa-dosa yang telah diampuni Tuhan. Hal ini mendorong kita untuk hidup dalam kebebasan dan sukacita, tanpa dibebani oleh rasa bersalah yang telah diselesaikan oleh Tuhan.

Jemaat Tuhan,
seperti timur dan barat yang tidak pernah bertemu, maka sejatinya kita tidak lagi ‘bertemu’ dengan dosa-dosa yang telah dihapuskan Tuhan, dan hal ini meyakinkan kita bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar untuk tidak diampuni, dan Tuhan selalu siap menerima kita kembali. Mengerti bahwa dosa-dosa kita telah dihapuskan dapat memberikan kedamaian, sehingga kita tidak perlu terbelenggu oleh masa lalu, tetapi dapat melangkah maju dengan keyakinan bahwa Tuhan selalu mendampingi kita. Nas ini juga mengingatkan kita bahwa mengampuni orang lain adalah bagian dari hidup yang mencerminkan kasih Tuhan, karena sebagai penerima pengampunan yang besar, tentu kita diajak untuk meneladani Tuhan dalam mengampuni sesama. Pengampunan yang adalah anugerah mendorong kita untuk hidup dalam ketaatan pada-Nya, meneladani-Nya dan rasa syukur kepada-Nya, sehingga kehidupan kita dapat menyenangkan-Nya. Amin.

5. Doding: Sejauh Timur dari Barat
Sejauh timur dari barat, Engkau membuang dosaku.
Tiada Kau ingat lagi pelanggaranku.
Jauh ke dalam tubir laut, Kau melemparkan dosaku.
Tiada Kau perhitungkan kesalahanku.
Betapa besar kasih pengampunanMu Tuhan, ‘tak Kau pandang hina hati yang hancur.
‘Ku berterima kasih kepadaMu ya Tuhan, pengampunan yang Kau beri pulihkanku.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

Kantor Sinode GKPS

Comments are closed
**