
O Jesus, goranMu uhirhon, bagas, torang bai uhurhon;
Ase tarsurat i lobeihu holong ni atei-Mu tongtong;
Hatangku ampa parlahouhu, ningon ipuji do goranMu.
“Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kamu merugikan satu sama lain.”
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
prinsip keadilan dan perlakuan yang adil antar sesama tentu sejalan dengan nilai-nilai moral dan etika yang diterapkan dalam hukum Taurat, yang mencerminkan kepedulian terhadap kesejahteraan bersama dan keadilan sosial. Agaknya prinsip itu adalah hal yang mendasar, sehingga harus dituliskan dalam hukum atau aturan bangsa Israel seperti nas kita hari ini. Bahwa hukum yang diberikan Tuhan kepada bangsa Israel menekankan prinsip keadilan dan kebaikan dalam transaksi antar sesama, sehingga tidak ada praktik menindas atau mengambil keuntungan yang tidak adil dari sesama, terutama dalam hal jual beli. Bahwa dalam segala urusan, terutama dalam jual beli atau transaksi apapun, setiap orang harus memperlakukan orang lain dengan adil. Tidak boleh ada penindasan atau eksploitasi terhadap orang lain hanya karena kita memiliki kuasa atau kekuasaan, karena saat terjadi ketidakadilan, penindasan, maka pada saat itu pula ada ppihak yang dirugikan, dan Tuhan melarang hal ini terjadi dalam kehidupan bangsa Israel.
Jemaat Tuhan,
Imamat 25:14 tidak hanya berbicara tentang transaksi material, tetapi juga tentang bagaimana kita harus melihat orang lain sebagai saudara dalam Kristus. Setiap orang adalah ciptaan Tuhan yang berharga, dan ketika kita berinteraksi dengan sesama, baik dalam konteks bisnis, pekerjaan, atau relasi sosial lainnya, kita diingatkan untuk memperlakukan mereka dengan kasih dan rasa hormat yang setara. Ini adalah panggilan bagi kita untuk membangun relasi yang saling mendukung dan tidak mementingkan diri sendiri. Integritas umat percaya akan teruji ketika umat percaya menghindari segala bentuk penipuan atau manipulasi. Sikap yang semestinya dibangun adalah dengan menghindari ketidakadilan, dan memupuk kejujuran baik dalam dunia bekerja, berbisnis, atau bahkan dalam relasi pribadi. Nas hari ini mengingatkan kita tentang pentingnya keadilan dan Tuhan ingin kita hidup dengan integritas, menghormati hak orang lain, dan tidak mencari keuntungan dengan cara yang tidak adil. Kita dipanggil untuk berbuat baik dan menghargai sesama sebagai saudara. Di tempat kerja, di komunitas, dalam keluarga, dan di masyarakat, kita harus berkomitmen untuk menjalani hidup yang jujur dan adil. Ini adalah cara kita mewujudkan kasih Kristus di dunia ini. Maka, selamat membangun hidup dengan prinsip keadilan yang merupakan cerminan dari moral dan etika kita sebagai umat Allah. Amin.
Ambungkon humbai uhurmin na so margagan in.
Ganup na humbai Tuhan in ramot ma jaga in.
Departemen Persekutuan GKPS