
Buei i tanoh on na manggompangi au;
Sai Tuhan Jesus do tongtong na manramotkon au.
“Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan Tuhan semesta alam.”
Pada zaman Maleakhi, para imam mendapat sorotan. Masalahnya adalah karena telah terjadi pencemaran korban-korban. Hal ini bisa terjadi karena ada campur tangan para imam, sebagai penyelenggara pemberian korban-korban kepada Allah. Maka tak ayal lagi, Tuhan pun murka kepada para imam di zaman Maleakhi. Tuhan sudah menganggap bahwa para imam sudah tidak menghormati nama Tuhan lagi (Mal. 2:2). Hukuman Tuhan karena murkaNya sangatlah mengerikan. Ia akan membuat berkat-berkat imam menjadi kutuk, dan bahkan Ia akan mematahkan lengan imam serta melemparkan kotoran ke muka imam (Mal. 2:3). Apa penyebabnya? Sekali lagi karena para imam telah membiarkan tercemarnya korban-korban yang dipersembahkan kepada Allah. Tuhan telah menyerahkan tanggung jawab kepada para imam untuk dilakukan dengan setia. Ia juga telah memberikan pengajaran kepada para imam. Ia dituntut untuk jujur dan tidak curang. Bahkan, seperti ayat harian kita hari ini, Tuhan telah menetapkan agar bibir seorang imam memelihara pengetahuan. Imam adalah utusan Tuhan.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
apakah hal ini terjadi pada kita? Apakah kita diberikan tanggung jawab oleh Tuhan dan kemudian kita menyakiti hati Tuhan dengan tidak menjalankan tanggung jawab yang diberikanNya itu kepada kita? Tuhan kita itu Pengasih dan Penyayang. Namun, Ia juga adil dan suci. Keadilan dan kesucianNya itu yang terkadang terlewatkan dan terlupakan kita. Maka, wajar kalau Ia murka saat keadilan dan kesucianNya tidak diperhatikan oleh manusia ciptaanNya. Maka marilah kita tetap mengerahkan seluruh kemampuan kita untuk menanggungjawabi segala tugas dan tanggung jawab kita yang telah diberikan Tuhan, karena dengan begitu, kita telah ikut berupaya di dalam mengagungkan keadilan dan kesucian Tuhan kita. Amin.
Puji Jahowa, situmpak haganup horjamu.
Ai itumpakkon hubam tongtong hagoluhanmu.
Ingat ma ai, hinalayak-Ni do ai, holong atei-Ni tumang do.
Departemen Persekutuan GKPS