
Ai dohor Tuhanta, suruh-suruhan-Ni sai marsombah i lobei-Ni.
Ai hapansingon-Ni ipapuji-puji marhiteihon ni doding-Ni.
Hita pe, hajojor, sai ringgas uhurta pasangap Tuhanta.
“Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: ”Segala firman Tuhan akan kami lakukan dan akan kami dengarkan.””
Perjanjian memang harus diikat. Bentuk ikatannya berbeda-beda. Ada yang melalui surat, uang, barang, darah, dan lain sebagainya. Tapi pada intinya, semua pihak yang berjanji harus sama-sama mendapatkan manfaat dari perjanjian tersebut. Apa manfaat perjanjian antara Tuhan dan bangsaNya? Bagi bangsa Tuhan, manfaatnya adalah mendapatkan keselamatan dari Tuhan. Sedangkan bagi Tuhan, manfaat perjanjian itu tentu saja lebih dari yang bisa kita bayangkan. Namun, Tuhan selalu memandang baik orang-orang yang setia dengan perjanjian. Sebaliknya, Ia selalu memandang rendah orang-orang yang melanggar perjanjian denganNya.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
dalam ibadah-ibadah kita di GKPS, kita menyediakan ibadah-ibadah yang di dalamnya diadakan perjanjian, antara lain: sakramen baptis, sakramen perjamuan kudus, ibadah perjanjian pernikahan, ibadah pemberkatan pernikahan, ibadah penahbisan pelayan khusus, dan lain sebagainya. Maka kita pasti telah terlibat di dalam satu atau lebih dari ibadah-ibadah tersebut. Dengan kata lain, kita telah terlibat dalam sebuah perjanjian antara kita dengan Tuhan kita. Jagalah perjanjian itu. Kita hidupi sebaik-baiknya. Bukan untuk kepentingan pribadi kita. Namun untuk mengingat bahwa kita mendapatkan keselamatan dari Tuhan melalui perjanjian yang kita ikat tersebut denganNya. Hidup kita ini juga adalah hidup yang menjaga ikatan perjanjian kita dengan Tuhan. Amin.
Sanggah na kahou au, daoh hum Bamu.
Sai ipindahi Ham, jumpah Ham au.
Halani in holong do, uhurhon Bamu.
Sai tambah ma holong Bamu.
Departemen Persekutuan GKPS