
Ibogei na i surga in, do haganupan padankin.
Seng anjai engkar au hunjin, sadokahni dokahni in.
Tuahkin ari in sanggah isasap dousangkin.
Ai ipatalar dalankin janah iungkap uhurhin.
Tuahkin ari in sanggah isasap dousangkin.
“Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:”Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,”
Dari kejadian tersebut, Zakharia mengalami kepenuhan Roh Kudus. Hal ini semakin dimaklumi karena ia adalah seorang imam. Kepenuhan Roh Kudus itu membuat Zakharia, sebagai seorang ayah, melihat nubuatan atas masa depan anaknya. Ia memandang bahwa anaknya akan menjadi seorang nabi yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Tua-tua Yahudi mengharapkan dan menanti-nantikan kedatangan Mesias. Namun mereka percaya bahwa kedatanganNya akan didahului oleh seorang pelopor yang akan memberitahukan kedatanganNya. Pelopor ini juga sekaligus mempersiapkan jalan bagi kedatanganNya. Jika Yohanes, anak Zakharia, dilihat oleh Zakharia sebagai pelopor tersebut, maka Zakharia menjadi yakin bahwa kedatangan Mesias itu pun tidak akan lama lagi. Inilah yang dimaksudkannya dengan mengatakan, “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umatNya dan membawa kelepasan baginya.”
Memasuki tahun baru 2025, pertama, adakah kita merasakan bahwa Tuhan akan senantiasa melawat dan melepaskan kita? Kedua, adakah kita melihat bahwa Tuhan akan senantiasa melawat dan melepaskan kita? Ketiga, adakah kita meyakini bahwa Tuhan akan senantiasa melawat dan melepaskan kita? Melalui ayat harian hari ini, kita sedang diarahkan untuk memijakkan kaki kita pada langkah-langkah tersebut, yaitu merasakan, melihatm dan meyakini bahwa Tuhan akan senantiasa melawat dan melepaskan kita. Amin.
Sabou ma ganup na lobih hurang, marhitei uhur marsidungdungan.
Sai horas ma hita ibagas tahun on.
Ai do tandani na saodoran, na mangirikkon Jesus parmonang.
Sai horas ma hita ibagas tahun on.
Departemen Persekutuan GKPS