Menu
Categories
Ibadah Harian Keluarga GKPS: Rabu, 9 Juli 2025
8 Juli 2025 TATA IBADAH

1. Doding: Haleluya No. 222:1-2
Martumpu do hanami on, sauhur do ganupan on,
o Jesus Tuhannami;
Ham Raja na tarsilang in, ai ma napinagijang in,
sai roh ma Ham bannami.
On do jalo tonggonami lao mamuji Ham o Tuhan
ibaen holong-Mu parmonang.

Etek do bai mungkahni in, sai ipararat Ham do in,
in ma harajaon-Mu.
Sai tambah do bilangan ni na ga be parambilan in,
baen sangap bai goran-Mu.
Jesus, torus ma uhur-Mu, ojuron-Mu hajolmaon,
ase saud paluahon.

2. Tonggo

3. Ayat Harian
“Parlajouan na somal bani jolma do masa bani nasiam, hatengeran do Naibata, seng paturuton-Ni nasiam lajouon lobih humbani gogoh nasiam, tapi rap pakon parlajouan ai bahenon-Ni do homa hadobanni, ase tartaron nasiam.” (1 Korint 10:13)

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13)

4. Renungan: Allah itu setia
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Ada saja orang yang marah-marah karena merasa jalan hidupnya tidak lancar atau tekanan hidupnya terlalu berat. Pernah melihat seseorang yang marah-marah saat mencoba membuka pintu? Ia menarik-narik pintu tersebut, namun sama sekali tidak terbuka. Sambil marah-marah, ia terus berusaha menarik-narik pintu tersebut dengan tujuan untuk membukanya. Namun tetap saja tidak berhasil. Akhirnya, sambil tetap marah-marah, ia pun meninggalkan pintu tersebut dan beralih ke jalan yang lain. Tidak berapa lama setelah itu, seserang mendekati pintu itu dan mendorongnya, dan pintu itu pun terbuka. Ia berhasil melewati pintu itu karena untuk membuka pintu itu seseorang harus mendorongnya, bukan menariknya. Setiap persoalan pasti ada solusinya.

Rasul Paulus menuliskan bahwa pencobaan-pencobaan yang dialami umat di Korintus adalah pencobaan-pencobaan biasa. Mengapa? Karena semenjak mengikut Kristus, rasul Paulus telah menjumpai banyak perkara, cobaan, dan penderitaan. Ia dikejar-kejar, dibenci, mau dibunuh, difitnah, dipenjara, dan lain-lain. Dalam ayat harian kita ini rasul Paulus mau meyakinkan orang-orang di Korintus bahwa tidak ada sesuatu pun yang perlu mereka takutkan akan masa depan bila mereka tidak memandang kepada kekuatan diri sendiri, melainkan kepada kekuatan Allah yang setia. Dan itu berarti mereka harus berhenti menyombongkan diri.

Kita adalah sama-sama manusia, sama-sama pengikut Kristus, sama seperti Paulus. Jadi, kita pun pasti sudah pernah dan akan menjumpai banyak perkara atau cobaan atau penderitaan seperti Paulus. Ia mengatakan bahwa saat kita menghadapi segala pencobaan itu, Tuhan akan memberikan kepada kita jalan keluar, sehingga kita dapat menanggungnya. Ya, jalan keluar adalah hal yang penting dalam menghadapi setiap pencobaan; bukan malah mencari-cari kesalahan atau kambing hitam. Jalan keluar adalah jalan yang dipersiapkan Tuhan bagi kita untuk setiap pencobaan yang kita alami. Allah setia, dan di situlah letak kesetiaanNya kepada kita. Amin.

5. Doding: Haleluya No. 114:1-2
Gopas parugasnima ganupan balani,
Tuhanta Jesus Kristus hu parmunsuhan in.
Ai seng tarbaen lang monang manlawan malah ho;
Ai munsuh ni Tuhanta maningon talu do.

Tangihon pandilo-Ni hu parmunsuhan in;
Irikkon ma hata-Ni mangimbang dousa in.
Tuhanmu hasomanmu manahan munsuh in.
Tongtong sai hatengerhon Tuhanta Jesus in.

6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

Kantor Sinode GKPS

Comments are closed
**