1. Doding: Haleluya No. 201:1+5
Puji tongtong Jahowa tongon,
pardear gabei parholong atei sadokahni in,
pardear gabei in parholong atei in.
Sombah bujur Jahowa botul.
Marhahormaton ma hita bai Tuhanta Naibata.
Sai rap marsombah ma bai Tuhan Naibata.
2. Tonggo
3. Ayat Harian
“Songon goran-Mu, Ham Naibata, sonai do hamuliaon-Mu das hu ujung ni tanoh on, gok hapintoron do tangan-Mu siamun.” (Psalmen 48:11)
“Seperti nama-Mu, ya Allah, demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.” (Mazmur 48:11)
4. Renungan: Nama yang Mulia
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
apalah arti sebuah nama (What’s in a name?), yang oleh Shakespeare dituliskan, “That which we call a rose by any other name would smell as sweet,” dalam konteks cerita Romeo dan Juliet. Kalimat tersebut sebenarnya adalah ungkapan cinta Juliet kepada Romeo, bukan pernyataan bahwa nama tidak penting. Karena sejatinya nama memiliki makna yang dalam, yang mengidentifikasi seseorang, membedakannya dari yang lain, dan memudahkannya dikenali, yang juga bisa mencerminkan asal usul, budaya, dan generasi seseorang, sehingga meskipun Shakespeare mungkin ingin menyampaikan bahwa esensi seseorang tidak ditentukan oleh nama, namun nama tetap memiliki makna tersendiri.
Jemaat Tuhan,
agaknya Pemazmur juga mempunyai maksud tertentu ketika ia menuliskan dalam nas kalimat ini, “Seperti nama-Mu ya Allah.” Nama Allah dalam Alkitab bukan hanya sekadar label atau cap, tetapi mencakup seluruh karakter, karya, dan kuasa-Nya. Nama Allah mencerminkan tindakan-Nya di masa lalu, janji-janji-Nya, dan siapa Dia sepenuhnya. Jadi nama Allah menjelaskan tentang siapa Dia di tengah-tengah dunia ini, sehingga kalimat selanjutnya, “demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi- praise… reaches to the ends of the earth,” menunjukkan bahwa kemuliaan Allah harus diakui seluruh umat manusia melebihi batas geografi maupun budaya. Pujian kepada Allah bersifat universal dan melintasi batas geografi dan budaya. Alam semesta, lautan, dan gunung-gunung,” pun turut memuliakan Dia. Tentu pemazmur menuliskan kalimat ini berdasarkan pada konteksnya, yaitu bahwa Mazmur 48 adalah nyanyian kemenangan setelah urapan, karena kota Sion (Yerusalem) diselamatkan dengan campur tangan Allah. Di dalam bait ini, pemazmur melihat kemenangan itu sebagai ekspresi dari kemuliaan nama-Nya yang sesuai dengan pujian seluruh bumi, dan mahsyurlah nama-Nya sampai ke ujung bumi. Nama yang mahsyur pun semakin disempurnakan dengan pernyataan dari pemazmur bahwa, “Tangan kanan-Mu penuh dengan kebenaran.” Tangan kanan melambangkan kuasa, otoritas, dan posisi kehormatan dalam budaya kitab suci, sedangkan “penuh dengan kebenaran” menekankan bahwa tindakan dan kuasa Allah selalu dilandasi keadilan dan moralitas yang sempurna.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
nama dan pujian Allah adalah penanda karya sejati-Nya yang menyatukan sejarah, tindakan ilahi, dan respons umat dalam satu kesatuan yang universal, sehingga nyatalah pengakuan universal atas kebesaran-Nya, dan Allah dalam kuasa-Nya selalu membela yang benar dan menegakkan keadilan. Dan hari ini, ketika kita disapa dengan pengakuan pemazmur tentang eksistensi Allah di atas dunia ini, maka dengan memahami nama Allah yang agung mengajak kita untuk memuji Dia secara sadar, percaya pada dominasi kasih, kuasa, dan keadilan-Nya. Sebagai orang percaya, panggilan kita adalah menjangkau bukan hanya lingkungan lokal, tapi juga dunia, melalui hidup dan kesaksian kita. Meskipun di tengah-tengah dunia yang penuh ketidakadilan, kita percaya tangan kanan Tuhan sedang bekerja. Nama Tuhan akan tetap dipuji, digemakan, sehingga setiap umat semakin diteguhkan dalam kehidupannya. Siapa yang akan melakukan ini? Kita umat yang percaya. Amin.
5. Doding: Haleluya No. 349:1+3
Goran Jesus sai marsora, bai ganup dunia on.
Goran Jesus pasonangkon, ganup na marhoru in.
Goran in marpasu-pasu, bai ganup pardousa in.
Haganupan do idilo, bani gomgoman-Ni in.
Goran Jesus sijengesan, lao paborsih uhurhin.
Martarima kasih ahu, ibaen na itobus au.
Goran Jesus marsinondang seng boi horlom sondang-Nin.
Goran Jesus paliharhon na i hagolapan in.
Golap pe mataniari, hassur pe dunia on.
Goran Jesus marsinondang sadokah-dokahni in.
Goran Jesus sijengesan, lao paborsih uhurhin.
Martarima kasih ahu ibaen na itobus au.
6. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS