
“Aku, Akulah Tuhan dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.”
Tuhan menantang umat-Nya yang dulu mengkhianati-Nya dengan beribadah kepada dewa-dewi palsu untuk menunjukkan bukti dan saksi yang menyatakan bahwa dewa-dewi yang mereka sembah berkuasa menolong mereka. Sebaliknya, mereka atau umat Israel adalah saksi-saksi akan kebesaran dan keunikan diri-Nya. Sejarah tentang kelepasan mereka dari tanah perbudakan Mesir adalah sesuatu yang tidak bisa dipungkiri. Itu cukup sebagai bukti bahwa Tuhan sanggup membebaskan mereka dari cengkraman Babel.
Allah yang kita sembah dan layani di dalam Kristus adalah Tuhan yang berdaulat, berkuasa, dan telah menyatakan kemenangan-Nya atas kuasa apapun di kolong langit ini. Tuhan sudah pernah mengalahkan kuasa dosa dan maut di kayu salib dan buktinya adalah kubur yang kosong. Ia juga sanggup melepaskan umat-Nya dari cengkeraman kuasa-kuasa dunia yang mencoba dengan sia-sia membelenggu bahkan membinasakan orang percaya. Kita juga sebagai umat-Nya pasti memiliki banyak pengalaman hidup bersama dengan Tuhan dan bagaimana pemeliharaan-Nya nyata di sepanjang hidup kita. Marilah kita berterimakasih kepada Tuhan atas pengalaman hidup itu. Ceritakan perbuatan Tuhan dan jadilah saksi-Nya. Biarlah kemuliaan Tuhan dinyatakan melalui hidup kita. Amin.
Kantor Sinode GKPS