
“Tolonglah aku, ya Tuhan, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu,”
Mazmur ini secara gamblang juga merupakan doa, yaitu permintaan agar Tuhan menghukum mereka yang berlaku jahat terhadap pemazmur. Pemazmur juga meminta Tuhan untuk bertindak karena nama-Nya untuk melepaskannya dari kesulitan karena kasih setia Tuhan. Ia memberikan alasan dengan memberikan gambaran dirinya dalam kesesakan. Ia memohon supaya musuhnya dapat melihat bahwa Tuhan sendirilah yang menyelamatkannya, dan Tuhan mengganti kutuk musuh dengan berkat, sehingga musuhnya menjadi malu.
Pada dasarnya pemazmur meminta keadilan Tuhan. Pemazmur meminta agar Tuhan menghukum musuhnya sesuai dengan kejahatan mereka. Ia memohon supaya musuhnya, yang tidak menunjukkan kasih kepada orang menderita juga tidak mendapat kasih. Kita sering berpikir bahwa ketika Tuhan mengajar kita untuk berdoa bagi musuh kita berarti kita tidak boleh berdoa supaya mereka mendapatkan hukuman sesuai dengan perbuatan jahat mereka. Hal ini tidak tepat. Tuhan kita adalah Tuhan yang adil dan kita mempunyai kewajiban untuk berdoa supaya keadilan Tuhan ditegakkan. Kita berdoa bagi musuh kita supaya mereka mau bertobat dari perbuatan jahat mereka. Seringkali pertobatan itu baru terjadi ketika mereka mendapat hukuman atas perbuatan mereka. Jadi kita tidak perlu membalas kejahatan orang lain dengan tindakan yang berdasarkan niat membalas dendam. Kita bisa menceritakan sakit hati kita atau kepedihan kita kepada Tuhan tanpa disertai tindakan membalas. Kita hanya memohon keadilan Tuhan saja. Mari kita serahkan semuanya kepada Tuhan. Dengan demikian, kita akan terlepas dari dosa yang menggerogoti kita. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS