
“Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” (Lukas 15:7)
Perumpamaan tentang domba yang hilang dan dirham yang hilang memperlihatkan bagaimana pemilik domba dan pemilik dirham tidak tinggal diam ketika satu dari antara beberapa milik mereka hilang. Perhatian pemilik domba saat itu fokus pada seekor domba yang hilang bukan sembilan puluh sembilan ekor yang lain. Demikian juga dengan pemilik dirham. Fokus perhatiannya adalah pada satu dirham yang lenyap dari antara sembilan dirham yang masih tersisa. Padahal domba adalah hewan yang mudah tersesat dan begitu sulit menemukan jalan mereka. Dirham pun tidak mudah dicari karena kecil dan pada masa itu belum ada lantai yang menggunakan keramik, tegel, atau pualam berwarna terang yang akan memudahkan pencarian. Maka betapa sangat bersukacitalah pemilik domba dan pemilik dirham ketika jerih lelah mereka menunjukkan hasil. Yang mereka cari dapat ditemukan.
Kedua kisah itu melukiskan sikap Bapa terhadap orang berdosa yang berinisiatif mencari mereka. Ia menginginkan mereka kembali kepada-Nya. Itulah yang dilakukan Yesus ke dunia ini. Ia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Dialah jalan bagi orang yang terhilang untuk dapat datang kepada Bapa. Karya Allah di dalam Yesus itu dilanjutkan para murid-Nya. Kita sebagai murid Kristus di zaman ini, perlu mencari “domba” dan “dirham” yang hilang. Selanjutnya kita harus menunjukkan kepada mereka jalan kepada Allah melalui Yesus, agar sukacita yang besar terjadi di surga karena satu orang yang hilang telah ditemukan kembali. Karena satu orang berdosa telah bertobat dan datang kepada Bapa. Amin.
Kantor Sinode GKPS