
Tuhan Jesus na gok holong, sai paluah au.
‘Se toguh haporsayaon, au ma rupei-Mu.
Jesus, Jesus, sai tangihon au.
Ulang lupa Ham hu bangku pasu-pasu au.
“Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu,” (Kolose 1:3)
Paulus mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus. Sebab di dalam dan melalui Kristuslah segala kebaikan datang kepada kita. Ia adalah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, dan juga Bapa kita. Setiap kali kita menghadap kepada Tuhan, kita dapat memandang Dia sebagai Bapa Kristus dan Bapa kita, sebagai Allah Kristus dan Allah kita. Paulus mengucap syukur kepada Tuhan, yaitu untuk kasih karunia Tuhan kepada mereka. Iman, pengharapan, dan kasih adalah tiga kasih karunia utama dalam kehidupan Kristiani, dan semuanya patut menjadi pokok doa dan ucapan syukur kita.
Selain kasih umum yang ditujukan kepada semua manusia, ada juga kasih khusus yang harus diberikan kepada orang-orang kudus, atau orang-orang yang termasuk saudara-saudara kristiani. Kita harus mengasihi semua orang kudus, berbaik hati dan menunjukkan maksud baik kepada orang-orang baik, walaupun terdapat perbedaan dalam hal-hal yang kecil, dan banyak kelemahan yang nyata. Perbuatan kasih kepada orang-orang kudus yang sedang dalam kekurangan tersebut merupakan satu contoh dan bukti kasih kristiani. Hal lain yang membuat Paulus bersyukur kepada Tuhan adalah kebahagiaan surga disebut sebagai pengharapan mereka. Kita juga sudah sepantasnya mengucap syukur kepada Tuhan akan pengharapan akan sorga yang dimiliki orang-orang Kristen yang baik, atau atas pengharapan mereka akan kemuliaan yang akan datang yang memiliki dasar yang kuat. Semakin kita meneguhkan pengharapan kita pada balasan berupa upah di dunia lain tersebut, maka semakin bebas dan lepas pula kita dari keinginan akan harta benda duniawi setiap kali kita berbuat baik. Marilah kita senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan dalam mendoakan sesama kita. Amin.
Atap aha husurahon na dear bai goluhkon.
Bahen Ham au pambalosi bani ganup rosuh-Mu.
Mangauhon ‘pa porsaya ‘ge galek pe uhurhon
Seng rosuhku pasaudonku pitah rosuh-Mu Tuhan.
Kantor Sinode GKPS