
“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.”
Ketika masih pagi, waktu hari masih gelap, Yesus sudah pergi untuk berdoa di tempat sunyi. Ia berdoa agar dimampukan oleh Allah untuk fokus pada tugas dan misi-Nya. Sebab itu Yesus tidak menanggapi kalimat dari Simon dan kawan-kawan yang mengikuti-Nya. Selanjutnya setelah selesai berdoa, Ia mengajak para murid-Nya bekerja memberitakan Injil di seluruh Galilea. Walaupun Yesus adalah Allah, Ia tetap berdoa kepada Bapa sebelum melakukan tugas pemberitaan Injil, bukan menikmati perhatian atau kerumunan orang banyak. Ia meluangkan waktu terbaik-Nya untuk berkomunikasi dengan Bapa dalam doa di pagi hari. Ia berdoa di tempat sunyi itu dan Ia disegarkan dan sangat bersemangat dalam melakukan pelayanan-Nya dan pemberitaan Injil ke berbagai kota di Galilea serta mengajar di rumah-rumah ibadat dan mengusir setan-setan.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
pada masa kini, kita mungkin penuh dengan kesibukan-kesibukan pelayanan, pekerjaan, studi, dan lainnya. Tetapi sebagai anak-anak Tuhan, adakah kita tetap menyediakan waktu untuk berdoa dan menikmati relasi dengan Tuhan? Marilah kita meneladani sikap beriman Tuhan Yesus kepada Bapa di sorga, yakni meneladani yang telah diperlihatkan Tuhan Yesus dalam kehidupan kita masing-masing, dengan cara memperlihatkan harmonisasi antara doa dan kerja atau studi dan lainnya. Sebab melalui doa, kita dapat bersemangat dalam bekerja, belajar dan melayani dengan fokus dan benar demi kemuliaan bagi nama-Nya. Amin.
Kantor Sinode GKPS