
“Lalu berkatalah ia: ”Kuberitahukan kepadamu apa yang akan terjadi pada akhir murka ini, sebab hal itu mengenai akhir zaman.” (Daniel 8:19)
Daniel bermohon kepada Tuhan agar berbelas kasih kepada bangsa Israel dan mau berdamai dengan mereka setelah ia membaca firman Tuhan. Daniel memperlihatkan kepada kita sikap peka akan kebutuhan pengampunan saudara sebangsanya dan akan kehendak Tuhan. Kebesaran jiwa diperlukan untuk memohon kepada Tuhan agar memenuhi janji yang pernah diberikan kepada Yeremia, yaitu janji pemulihan Yerusalem. Jika firman Tuhan berbicara bahwa kita harus berdoa untuk sesama, bangsa, negara dan lain-lain, maka kita pun perlu berdoa seperti yang Daniel lakukan.
Kita diingatkan untuk memiliki respons yang sama, yaitu tidak menganggap enteng setiap firman Tuhan dan teguran yang datang kepada kita, baik dari Alkitab yang kita baca sendiri maupun dari renungan yang dibawakan orang-orang yang dipercayakan Tuhan. Kita perlu menyadari bahwa firman Tuhan itu datang bukan hanya untuk kita pribadi, melainkan untuk kesatuan seluruh umat Tuhan. Mari kita membaca firman Tuhan dengan kesadaran bahwa kita adalah bagian dari kesatuan umat Tuhan di dunia ini. Mari kita berdoa untuk tidak untuk diri kita sendiri, melainkan juga untuk anggota umat Tuhan lainnya. Karena layaknya sebagai tubuh Kristus, setiap kita orang percaya saling membutuhkan dukungan doa agar semuanya dapat melakukan kehendak Tuhan di dunia ini. Amin.
Kantor Sinode GKPS