
Sai dingat Jesus Tuhanmin, na roh do use Ia.
Lao manguhumi jolma in, songon hinatahon-Ni;
Patorsa uhurmin tongtong, sadokah ho i tanoh on,
pasangap ma lah Ia.
“Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:7-8)
Tuhan adalah Tuhan yang maha pengasih dan penolong, yang bersedia membela umat pilihan-Nya. Itulah kebaikan Tuhan. Ia tahu dan mampu memberikan pertolongan kepada umat sesuai dengan yang diperlukannya. Seharusnya orang-orang pilihan Tuhan mengingat perbuatan Tuhan dengan setia, percaya, beriman dan taat kepada Tuhan di sepanjang hidupnya. Dengan demikian, umat ini menjadi bangsa yang senantiasa setia kepada Tuhan. Pada kenyataannya, manusia datang kepada Tuhan ketika memerlukan pertolongan dan lupa ketika hidupnya sudah nyaman atau penuh berkat; sehingga, ia lupa kepada Tuhan dan sibuk dengan kehidupannya serta tidak mau beriman lagi kepada Tuhan. Inilah yang diingatkan Yesus, jangan sampai terjadi bagi kita yang masih mendengarkan ini saat ini. Ada banyak orang yang ketika hidupnya dalam permasalahan, kesulitan, penderitaan atau berperkara tidak ada yang menolong, maka ia mengingat Tuhan dan datang memohon pertolongan. Inilah yang harus dijaga hingga akhir, sehingga Tuhan tidak lagi meragukan kesetiaan kita kepadanya, dan ia akan mendapati ada iman di bumi ketika Anak Manusia itu datang.
Jemaat yang terkasih,
marilah kita mengingat dalam perjalanan hidup kita, ketika Tuhan membela dan menyelamatkan serta membebaskan kita. Seharusnya itu adalah titik yang harus kita ingat dan pelihara bahwa Allah itu adalah Allah yang hidup, yang memberi jawaban bagi kita. Tujuannya agar kita selalu setia dan percaya kepadaNya di sepanjang hidup kita, sehingga kita tidak berubah ketika hidup kita sudah berubah, semakin baik, diberkati, mungkin kita sudah nyaman tanpa masalah, yang menimbulkan rasa tidak memerlukan siapa-siapa lagi, bahkan melupakan Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan menginginkan kita senantiasa setia kepadaNya. Amin.
Sai hujolom Jesuskin ase boi das au hu surga.
Ase saud huidah in, na huarap na saindokah.
Malas uhurhin ijin, bani Jesus Tuhankin.
Kantor Sinode GKPS