
‘Ge pe buei roh parmaraan, seng pala au be sai songgotan.
Lombang na bagas buntu-buntu hudalani, hubotoh Jesus do tongtong mangkasomani.
Ai hataMu Tuhan panondang na totap, na manondangi uhur na golap.
Megah mardalan au, hinsah tunggung jagar, ai Ham manogu au bai dalan na lihar.
Ge pe buei roh parmaraan, seng pala au be sai songgotan.
Lombang na bagas buntu-buntu hudalani, hubotoh Jesus i lambungku mangkasomani.
“TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.” (Keluaran 13:21)
Pilar awan dan api melambangkan bimbingan dan perlindungan Tuhan. Awan memberikan keteduhan dan kenyamanan selama teriknya siang hari, sementara api memberikan kehangatan dan cahaya selama malam yang dingin dan gelap. Hal ini memperkuat gagasan tentang penyediaan dan pemeliharaan Tuhan yang konsisten bagi umat-Nya, terlepas dari keadaan yang mereka hadapi. Selain itu, pilar awan dan api juga melambangkan kehadiran Allah di antara bangsa Israel. Ini adalah tanda nyata dari kesetiaan dan komitmen Tuhan kepada umat pilihan-Nya, bahwa mereka tidak sendirian dalam perjalanan mereka. Kehadiran pilar-pilar tersebut berfungsi sebagai pengingat akan perjanjian Tuhan dengan bangsa Israel, untuk meyakinkan umat Israel bahwa Allah akan menuntun mereka ke tempat tujuan.
Dalam arti yang lebih luas, pilar awan dan api juga dapat dilihat sebagai simbol bimbingan rohani bagi semua orang percaya. Hal ini berfungsi sebagai pengingat bahwa Tuhan selalu bersama kita, memimpin dan menerangi jalan kita, terutama pada saat-saat yang penuh ketidakpastian dan kesulitan. Demikianlah kita mengalami secara nyata bagaimana kehadiran dan bimbingan Tuhan dalam hidup kita, menawarkan kenyamanan dan kepastian dalam perjalanan hidup kita.
Bagaimanakah perjalanan hidup kita pada saat ini? Apakah kita di dalam kesusahan? Apakah kita sedang berjalan sendiri? Apakah kita sudah merasakan kehadiran dan penyertaan Tuhan? Marilah kita memiliki iman yang sungguh-sungguh merasakan kehadiran Tuhan di dalam hidup kita. Jika Tuhan bekerja melalui tiang awan dan api maka kita dituntut untuk mempercayai bahwa di dalam perjalanan kehidupan kita, juga ada Tuhan yang menyertai dan memberkati kita. Jangan takut dan khawatir tentang apapun, sebab Tuhan tahu apa yang diperlukan umatNya. Ia melindungi kita dari panas dan terik, juga dari dingin dan gelapnya malam, sehingga kita dapat berjalan siang dan malam. Tuhan kita adalah pemelihara kehidupan kita, Ia tahu yang terbaik bagi kita, sebab dari padanyalah sumber segala sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini. Amin.
Sanggah loja ham mamingkiri in bani Jesus patugah in.
Na ngayotan ham bani dalanmin ai ibotoh do ganupan in.
Ge daoh mahol sidalananmin ulang ham mandolei ijin.
Seng boi sotto ham bahenonni in asal Jesus baen hasomanmin.
Kantor Sinode GKPS