
Ai anggo hasunsahan, buei do in;
Sonai pe pangahapan, sonang do in.
Age golap huidah i tanoh on,
torang do marpangidah bai uhurhon.
“Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.” (Kisah Para Rasul 16:25)
Tapi apa yang mereka lakukan? Mereka tidak merasa kasihan melihat diri mereka, tidak putus asa atau menyerah. Sebaliknya dalam penderitaan dan kesusahan yang sedang mereka alami ini, mereka tidak menghabiskan waktu untuk bersedih. Tetapi mereka pakai waktu yang ada, yakni pada malam itu, untuk berdoa dan bernyanyi kepada Tuhan. Mereka mengeluarkan suara berseru kepada Tuhan, sehingga tidak hanya mereka yang mendengar, tetapi orang-orang yang ada dalam tahanan itu mendengar mereka (juga menjadi pengalaman para rasul lain ketika dipukuli dan diadili oleh Mahkamah Agung dalam Kis. 5:40-41). Meski dipukuli mereka tetap bersukacita karena mereka dianggap layak menderita karena nama Kristus Yesus.
Apa yang dialami Paulus dan Silas serta para rasul yang lain ketika mengikut Yesus, yakni ketika mereka melayani di tengah masyarakat bahwa mereka menerima kuasa dan penyertaan dari Tuhan, sehingga ada perkara-perkara yang ajaib dan besar yang bisa mereka lakukan seperti mengusir roh jahat. Mereka adalah hamba Tuhan yang dipakai oleh Allah untuk menyatakan kuasaNya dan menunjukkan bahwa kerajaan Allah telah hadir di tengah-tengah dunia ini. Namun bukan penghargaan atau pujian yang mereka dapat tapi justru sebaliknya mereka dipukuli dan dipenjarakan. Penguasa Roma menuduh mereka sebagai pengacau yang mengajarkan adat istiadat yang berbeda dengan budaya Roma. Mereka tidak tahu bahwa apa yang dilakukan oleh para rasul itu bersumber dari Tuhan. Mereka takut bahwa para rasul menjadi populer dan banyak pengikutnya, sehingga posisi mereka menjadi terancam. Dengan demikian, para rasul mengalami kesusahan dan penderitaan. Meski demikian iman mereka tidak goyah, tidak berubah, namun mereka justru semakin dekat kepada Tuhan di dalam doa dan pujian. Dengan penuh keyakinan Tuhan menyertai mereka di dalam setiap perjalanan kehidupan mereka.
Bagaimana dengan kita sebagai orang percaya di tengah-tengah kehidupan saat ini? Adakah kita sedang mengalami difitnah dengan tuduhan yang keliru oleh orang lain. Mungkin di lingkungan kerja kita, di tengah-tengah persaingan ada orang yang mau menjatuhkan kita? Di beberapa daerah kita masih mendengar ada larangan beribadah bagi orang percaya oleh sekelompok orang. Apakah kita akan menyerah? Bagaimana respons kita? Kita bersyukur diingatkan firman Tuhan hari ini, yang menjadi pelajaran berharga yang dapat kita ikuti. Meski ketika kita dalam kesusahan dan penderitaan kita tidak boleh menyerah dan berputus asa. Ingatlah bahwa Tuhan yang memilih serta memanggil kita untuk menjadi hambaNya. Ia pasti akan menjaga, melindungi dan menyertai kita. Ia tidak membiarkan kita berjalan sendiri. Maka, janganlah menyerah. Berdoalah dalam iman dan penuh keyakinan. Bernyanyilah memuji dan memuliakan nama Tuhan. Pada waktuNya kita akan menyaksikan perbuatan Tuhan yang besar dalam hidup dan pelayanan kita. Itu akan menjadi kesaksian bagi banyak orang. Amin.
Tuhan Jesus na gok holong, sai paluah au.
Se toguh haporsayaon au ma rupei-Mu.
Jesus, Jesus, sai tangihon au.
Ulang lupa Ham hu bangku pasu-pasu au.
Kantor Sinode GKPS