Menu
Categories
Ibadah Harian Keluarga GKPS: Selasa, 27 Mei 2025
26 Mei 2025 TATA IBADAH
  1. Doding: Haleluya No. 20:4-5
    Harosuh-Mu, o Tuhanku sihol bahenonku tong.
    Hupadear parlahouhu pasangapkon Ham tongtong.
    “Hiou hapintoron” in bere Ham bai tonduyhin.

Sai papuho Ham uhurhu, sai ajari Ham au on.
‘Ge pangapoh na tarsulur tongos Ham bai uhurhon.
Baen sombuh sadari on, ‘ge horah ni tonduyhon.

  1. Tonggo
  2. Ayat Harian
    “Ise ma hasomanku i nagori atas? Sobali Ham seng dong iharosuhkon uhurhu i tanoh.” (Psalmen 73:25)

“Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.” (Mazmur 73:25)

  1. Renungan: Hanya Tuhan
    Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus,
    salah satu sikap negatif yang bisa timbul di dalam hati kita adalah cemburu. Rasa cemburu itu muncul ketika kita membandingkan diri kita dengan orang lain. Misalnya ketika orang lain sukses, berhasil, atau bahagia, maka itu bisa membuat kita cemburu. Perasaan cemburu itu juga muncul di dalam hati Asaf yang menuliskan mazmur ini. Ia bergumul di dalam hatinya mengapa orang sombong atau orang fasik itu bisa menjadi makmur di dalam hidupnya? Ia beranggapan bahwa sepertinya Allah itu tidak adil dengan membiarkan orang fasik itu hidup dalam kemakmuran sementara umatNya menderita. Perasaan Asaf mewakili perasaan umatNya yang mengalami berbagai kemelut dan penderitaan, namun tetap bertahan untuk setia kepada Tuhan, sehingga ada pikiran untuk membandingkan keadaan umat dengan orang fasik; mengapa kehidupan umat tidak sejahtera seperti orang-orang fasik itu? Atau mengapa mereka yang sudah kaya itu tetap hidup di dalam kefasikannya dan tidak mau bertobat?

Pada akhirnya Asaf menyadari bahwa tidak ada gunanya berprasangka buruk tentang orang lain atau menuduh Allah tidak adil. Ia hampir jatuh dan terperosok karena telah memakai kacamata yang rusak. Karena pada hakekatnya kemakmuran itu hanya sesaat saja dan setiap orang yang jauh dari Tuhan akan binasa. Ia mau dituntun melihat dari kaca mata kebenaran. Inilah yang menguatkan dan meneguhkan pemazmur untuk tetap berjalan di jalan yang benar, menjadi orang yang tetap setia, taat dan percaya kepada Allah.

Pemazmur tersadar dan mengakui bahwa tidak ada yang dimilikinya di sorga maupun di bumi selain Allah. Tidak ada lagi yang diinginkannya di bumi selain Allah. Dengan kata lain, Tuhan saja cukup baginya. Sebab Tuhanlah satu-satunya harta yang berharga dan kekal. Materi hanya memberi kenikmatan sesaat, tetapi persekutuan dengan Tuhan memuaskan jiwa kita, membawa kita pada kedamaian dan ketenangan. Tiada bandingan Tuhan dengan apapun yang ada. Jika kita selama ini berjuang untuk sesuatu dan kita menganggap ketika kita memperolehnya maka akan ada rasa cukup dan puas, pada kenyataannya tidak. Maka janganlah berjuang kepada sesuatu yang tidak bernilai kekal. Bersama Tuhan saja itu cukup, percaya dan setia kepada Tuhan itu cukup bagi kita dalam menjalani hidup di dunia ini, bahkan hingga bertemu dengan Allah di sorga. Kiranya firman Tuhan ini menguatkan dan meneguhkan kita untuk senantiasa berjalan bersama Tuhan. Sebab hanya Dialah milik kita selamanya. Amin.

  1. Doding: Haleluya No. 117:1+5
    Pitah Jesus hubaen hasomanku Ia do na pasonangkon au.
    Ningon sai tongtong torang langkahku anggo rapkon Jesus in au lao.
    Anggo rapkon Jesus in au lao.

Anggo roh dilo-Ni bai tonduyhu, malas uhur mangirikkon in;
Seng tagamon sunsah be uhurhu, rapkon Tuhankin i surga in,
rapkon Tuhankin i surga in.

  1. Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami

Kantor Sinode GKPS

Comments are closed
**