- Doding: Haleluya No. 266:1
Sai hutuju hagoluhan, na pasonang au.
Hugogohi lao hu surga, ronsi ondos au.
Abat husimbili do, hata on hudingat do:
Sai nunuti mangindahi, hasonangan in. - Tonggo
- Ayat Harian
“Dob ai ipatuduhkon ma hu bangku sada bah banggal hagoluhan, lihou songon kasa, na luar humbani paratas ni Naibata pakon Anak ni biribiri in. I tongah-tongah ni alaman ni huta ai pakon angkup topi ni bah ai, dong do hayu hagoluhan, na marbuah sapuluh dua hali satahun, na mamberehon buah siap bulan; ia bulung ni hayu ai gabe hamalumon do ai bani bangsa-bangsa.” (Pangungkabon 22:1-2)
“Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.” (Wahyu 22:1-2)
- Renungan: Sungai Air Kehidupan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
dalam kitab Wahyu, Tuhan menyampaikan kepada Yohanes suatu penglihatan yang menggambarkan suasana yang akan datang. Bahasa simbolik diberikan untuk menggambarkan banyak hal yang merupakan misteri bagi manusia, tetapi itu nyata bagi Allah. Bagi Yohanes digambarkan bahwa akhir dari segala sesuatu pasti akan datang dan banyak hal yang akan terjadi dalam prosesnya. Langit dan bumi yang baru merupakan gambaran terakhir tentang kehidupan ini, dan di situlah Tuhan akan bertakhta serta hanya orang benar saja yang akan hidup dalam dunia yang baru itu.
Salah satu gambaran yang disampaikan kepada Yohanes adalah sungai air kehidupan. Sungai air kehidupan ini mengalir dari takhta Allah dan takhta Anak Domba dan digambarkan air itu jernih seperti kristal. Secara sederhana, air yang digambarkan itu sangat sempurna. Kesempurnaan itu membawa kehidupan karena bersumber dari Tuhan, Pemberi kehidupan. Bahkan digambarkan bahwa sungai yang mengalir di tengah kota itu telah memberi kehidupan juga kepada pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang sungai itu. Sungai kehidupan itu bukan hanya menghidupkan atau menyuburkan pohon-pohon, tetapi sekaligus juga memberi buah yang rutin kepada pohon itu. Bukan hanya buah, daunnya juga memberi kesembuhan bagi bangsa-bangsa.
Pada akhirnya, memang hanya kuasa Tuhan saja yang akan nyata dan sungguh-sungguh memberi kebaikan dalam kehidupan ini. Kehidupan yang disediakan Tuhan tentu bukan hanya dalam arti ketiadaan kematian tetapi kehidupan yang sesungguhnya. Hidup yang dari Tuhan akan memampukan kita melakukan yang terbaik dalam kehidupan ini. Dan firman hari ini sekaligus mengajak kita untuk tetap hidup bersama Tuhan dalam kesetiaan agar kita ikut menerima air kehidupan itu. Amin.
- Doding: Haleluya No. 116:1
Na monang in do da use mangankon buah ni hayu hagoluhan in.
Lang boi be idahonni hamagouan ‘ge hamateian paduahon in.
Ai Naibatani hatundalanni mambaen langkahni tongtong torang,
mambaen langkahni tongtong torang. - Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS