- Doding: Haleluya No. 107:2
Au do palihar dalanmin, na dompak hagoluhan;
Ai seng be kahou langkahmin, daoh pakon hamagouan.
Au parhiteian na bujur, bai hasonangan na botul. - Tonggo
- Ayat harian: Johannes 1:3-4
“Haganup marhiteihon-Si do ase adong, anjaha seng dong na dob dong in, na so marhiteihon-Si. Ibagas Hata in do hagoluhan, anjaha hagoluhan in do panondang ni hajolmaon,”
“Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.”
- Renungan
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
memperkenalkan Tuhan Yesus kepada dunia ini dilakukan dengan berbagai cara. Tentu cara yang terbaik untuk memperkenalkan adalah dengan pemikiran atau cara pandang yang bisa dimengerti oleh mereka yang akan menerimaNya. Seperti dalam Injil Yohanes yang kita baca ini, Yohanes memperkenalkan Tuhan Yesus kepada mereka yang telah menerima pengajaran Yunani, sehingga Yohanes memakai istilah logos untuk kata Firman (pada mulanya adalah Firman …, dst). Dengan pemakaian istilah yang dipahami oleh pembaca atau pendengar, maka akan sangat mudah bagi mereka memahami dan menerimanya.
Tuhan Yesus diperkenalkan kepada kita dengan ayat ini. Tentu kita akan mempelajarinya dengan baik dan benar. Ketika Tuhan Yesus disebut sebagai Firman yang bersama dengan Allah, maka sifatnya adalah kekal. Dalam kekekalan itu, tentu dimulai sejak awal, yaitu sejak adanya segala sesuatu. Firman yang sudah ada sejak awal tentu di dalamnya juga Tuhan Yesus berada. Maka dikatakanlah dalam ayat ini bahwa segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan dalam Dia segala sesuatu menjadi ada. Hal ini mau menekankan bahwa Tuhan Yesus tidaklah sama seperti ciptaan lainnya yang dijadikan oleh Allah, tetapi Ia sendiri adalah Allah yang menjadikan segala sesuatu.
Allah menjadikan segala sesuatu tentu bertujuan untuk kehidupan. Kehidupan itu bersumber dari Allah, dan ayat ini menegaskan bahwa di dalam Yesus itulah terdapat kehidupan. Kehidupan yang diberikan oleh Allah kepada dunia ini tentu akan membawa kepada harapan. Harapan manusia itu hanya bisa didapatkan dan dijalani di dalam terang, bukan di dalam kegelapan. Itu sebabnya dikatakan bahwa hidup itu adalah terang manusia yang menggambarkan aktivitas dan masa depan.
Kepada kita sudah diperkenalkan melalui Injil Yohanes tentang siapa Tuhan Yesus. Tentu pengenalan ini akan membawa kita kepada sikap yang sejalan dengan apa yang kita pahami, yaitu bahwa kita tidak mengakui ada kuasa lain yang menjadikan segala sesuatu dan hidup ini adalah anugerah Tuhan bagi dunia ini. Kita tidak takut menjalani hidup ini karena hidup yang dari Tuhan itu adalah terang bagi kita. Kita tidak akan berjalan dalam kegelapan jika kita bersama dengan Dia yang memberi kehidupan bagi kita. Amin.
- Doding: Haleluya No. 350:3
Sai saksihon ma hataNi, bai na laho magou in.
Patuduhkon ma rosuhNi ‘se maluah ganup in.
Sai sondangkon ma holongNi, das bai hagolapan in.
Ase haganup pardousa, ipaluah Naibata. - Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS