
“Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.”
Tuhan Yesus diperkenalkan kepada kita dengan ayat ini. Tentu kita akan mempelajarinya dengan baik dan benar. Ketika Tuhan Yesus disebut sebagai Firman yang bersama dengan Allah, maka sifatnya adalah kekal. Dalam kekekalan itu, tentu dimulai sejak awal, yaitu sejak adanya segala sesuatu. Firman yang sudah ada sejak awal tentu di dalamnya juga Tuhan Yesus berada. Maka dikatakanlah dalam ayat ini bahwa segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan dalam Dia segala sesuatu menjadi ada. Hal ini mau menekankan bahwa Tuhan Yesus tidaklah sama seperti ciptaan lainnya yang dijadikan oleh Allah, tetapi Ia sendiri adalah Allah yang menjadikan segala sesuatu.
Allah menjadikan segala sesuatu tentu bertujuan untuk kehidupan. Kehidupan itu bersumber dari Allah, dan ayat ini menegaskan bahwa di dalam Yesus itulah terdapat kehidupan. Kehidupan yang diberikan oleh Allah kepada dunia ini tentu akan membawa kepada harapan. Harapan manusia itu hanya bisa didapatkan dan dijalani di dalam terang, bukan di dalam kegelapan. Itu sebabnya dikatakan bahwa hidup itu adalah terang manusia yang menggambarkan aktivitas dan masa depan.
Kepada kita sudah diperkenalkan melalui Injil Yohanes tentang siapa Tuhan Yesus. Tentu pengenalan ini akan membawa kita kepada sikap yang sejalan dengan apa yang kita pahami, yaitu bahwa kita tidak mengakui ada kuasa lain yang menjadikan segala sesuatu dan hidup ini adalah anugerah Tuhan bagi dunia ini. Kita tidak takut menjalani hidup ini karena hidup yang dari Tuhan itu adalah terang bagi kita. Kita tidak akan berjalan dalam kegelapan jika kita bersama dengan Dia yang memberi kehidupan bagi kita. Amin.
Kantor Sinode GKPS