
“Celakalah mereka yang memandang dirinya bijaksana, yang menganggap dirinya pintar!”
Tuhan Allah juga menginginkan umat yang dikasihiNya menjalani hidup ini dengan baik dan memberi dampak yang positif bagi orang yang ada di sekitarnya. Israel diberkati oleh Tuhan agar mereka bisa menjadi saluran berkat bagi bangsa di sekitarnya. Tuhan memberi kebutuhan hidup mereka, Tuhan melindungi mereka dari tangan musuh dan Tuhan memberi lingkungan serta suasana yang nyaman bagi bangsa itu. Namun apa yang terjadi? Mereka justru melakukan tindakan yang Tuhan tidak inginkan. Mereka melakukan kejahatan dan tidak lagi menjalankan firman Tuhan atau hukum Tuhan. Kejahatan yang dilakukan bangsa Israel dilakukan oleh mereka yang memimpin umat itu baik di pemerintahan maupun dalam keagamaan. Ini yang membuat Tuhan marah, dan akhirnya mereka dibuang ke Babel.
Dalam kitab Yesaya, khususnya pasal 5 ini, diungkapkan kekesalan atau kemarahan Tuhan, sehingga berkali-kali disebutkan “celakalah.” Salah satu yang Tuhan tidak inginkan adalah sikap yang merasa diri bijaksana dan sok pintar. Tuhan mau agar umatNya bijaksana dan pintar, bukan yang merasa dirinya bijaksana dan pintar. Karena sikap yang tidak diinginkan itu mereka tidak lagi merasa firman Tuhan yang utama, tidak lagi bertanya apa kehendak Tuhan. Mereka hanya melakukan apa yang mereka inginkan. Sikap ini tidak diinginkan Tuhan karena dapat menggiring mereka kepada sikap yang tidak lagi bergantung kepada Tuhan dan akhirnya melakukan kejahatan. Firman Tuhan ini tentu mengajak kita kembali kepada kehendak Tuhan dan meminta tuntunan Tuhan dalam menjalani hidup ini. Amin.
Tenger uhurmin manlawan imbang dousamin gogoh.
Ase ulang ho tartaban janah surut lehleh ho.
Departemen Persekutuan GKPS