
“dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.” (Efesus 5:19)
Sebagai orang Kristen, tentu kita tidak mau jatuh dalam kesalahan seperti yang disebut di atas. Kita mau agar hidup kita lebih baik dan hubungan dengan orang lain juga berjalan baik. Dengan melakukan hal tersebut maka kita bisa menyatakan diri kita sebagai saksi Kristus di tengah dunia ini. Itu juga yang disampaikan oleh rasul Paulus kepada orang percaya yang ada di kota Efesus. Kepada umat tersebut Paulus mengingatkan status mereka sebagai anak-anak Allah yang juga sebagai anak-anak terang.
Kehadiran anak-anak Allah di dunia ini tentu mau menunjukkan nilai yang tidak sama dengan dunia ini. Karena beberapa nasehat disampaikan agar status itu nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui ayat ini mau dikatakan bahwa jika kita berkomunikasi dengan orang lain, maka berangkatlah dari mazmur, lagu pujian atau lagu rohani. Artinya bahwa kita akan menerjemahkan pujian itu dalam percakapan kita, sehingga yang terjadi hanyalah hubungan yang saling mengisi, menguatkan, menghibur dan mendoakan.
Pesan seperti inilah yang perlu kita teruskan kepada siapapun agar komunikasi kita tidak berisi hal-hal yang negatif. Sebaliknya, apa yang kita sampaikan setidaknya mencerminkan kepribadian kita sebagai anak-anak Allah. Dan itu akan membawa kita pada percakapan yang membangun. Amin.
Kantor Sinode GKPS