
“engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!”
Nebukadnezar adalah salah satu raja Babel yang merasakan kuasa Allah dalam hidupnya. Sebagai raja yang menaklukkan bangsa Israel dan membawa bangsa itu ke Babel, wajar saja kalau ia juga menganggap bahwa Allahnya bangsa Israel tidak berkuasa. Namun ternyata dalam perjalanan waktu, raja ini melihat dan mengakui bahwa Allah itu adalah berkuasa atas segalanya. Peristiwa Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang luar biasa itu juga telah mengubah pandangan raja Babel tentang Allah dan tentang bangsa Israel. Termasuk terhadap Daniel, raja Babel juga sudah mengakui bahwa Roh Tuhan berkuasa atas Daniel, sehingga ia dipanggil untuk menjelaskan mimpi raja itu.
Daniel sudah menjelaskan seperti yang dituliskan dalam ayat harian ini. Dan setelah beberapa waktu, raja merasa bahwa ia berkuasa atas bangsa itu, sehingga suara dari langit kembali menyatakan apa yang sudah disampaikan oleh Daniel. Tidak ada kuasa yang kekal selain kuasa Tuhan. Raja yang besar juga akan menderita sampai beberapa lama saatnya sampai ia mengakui bahwa kuasa Tuhan di atas segalanya. Mengakui kuasa Tuhan bukan berarti kita kehilangan kuasa, tetapi Allah akan memberi kesempatan pada kita untuk menerima kuasa dariNya. Biarkan Tuhan saja yang berkuasa atas diri kita, atas hidup kita dan atas waktu kita. Tuhan akan memberi kepada kita apa yang layak kita terima dan pakai dalam menjalani hidup ini termasuk menerima kuasa dariNya. Amin.
Departemen Persekutuan GKPS