
“Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”
Penulis kitab Ibrani ini ingin agar mereka yang sudah hidup dalam Kristus tetap menyatakan imannya meskipun mereka tidak lagi berada di tengah-tengah komunitas asal mereka. Mereka diingatkan akan kehidupan mereka sebagai umat yang sudah ditebus oleh Yesus melalui pengurbanan di kayu salib. Mereka juga diingatkan untuk mempraktikkan kehidupan sebagai orang beriman yang berbeda dari orang lain. Secara khusus dalam pasal 12 ini mereka diajak untuk siap sedia melakukan perbuatan yang bisa dirasakan oleh orang lain, dimana mereka akan bertindak sebagai orang yang sudah diampuni dan hidup dalam Tuhan yang akan menopang orang lain.
Kehadiran orang percaya di tengah komunitasnya termasuk di dalam menjaga atau mengingatkan saudara-saudaranya agar tidak meninggalkan Tuhan. Tuhan yang sudah menyatakan kasih karuniaNya kepada kita adalah Tuhan yang setia, sehingga setiap orang yang sudah menerima kaasih karunia hendaknya tetap hidup di dalam Tuhan. Kasih karunia Tuhan memberi kebaikan dalam hidup kita, sehingga kita diminta tidak meninggalkannya agar kita tidak mengalami kepahitan dan kerusuhan yang mencemarkan banyak orang.
Kita sebagai umat percaya juga diharaapkan untuk tetap setia pada kasih karunia Tuhan agar kita dapat tetap berperan dalam mengingatkan dan menopang saudara-saudara kita dalam kehidupan berimannya. Ketika kita menjalankan fungsi itu maka kita akan semakin merasakan kasih karunia Tuhan dalam hidup kita. Tuhan akan menopang kita dalam menyatakan iman kita dalam kehidupan nyata ini. Amin.
Kantor Sinode GKPS