
“Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku.” (Yeremia 7:31)
Dalam pasal 7 buku Yeremia ini digambarkan tentang Tuhan yang berbicara kepada nabi Yeremia tentang kehidupan umat Israel yang sangat buruk di hadapan Tuhan. Kejahatan umat Yehuda, bukan hanya dilakukan di tempat yang dianggap bukan ranahnya Tuhan tetapi justru di tempat peribadatan kepada Tuhan juga mereka lakukan. Hal ini membuat Tuhan menjadi sangat marah, sehingga akhirnya kemudian mereka dibuang ke Babel.
Apa yang kita baca hari ini adalah bentuk dari salah satu kejahatan yang mereka lakukan, yang Tuhan sama sekali tidak menginginkannya. Mereka mendirikan bukit pengorbanan atau kemudian disebut tempat pembunuhan, yaitu di Tofet dekat lembah Ben Hinom, suatu tempat di selatan Yerusalem. Ini adalah tempat pembunuhan anak yang dipersembahkan kepada dewa Molokh dan Baal. Tempat ini akhirnya menjadi pekuburan. Tuhan menyatakan bahwa tindakan ini sama sekali tidak berkenan kepadaNya. Tidak mungkin Tuhan menginginkan kematian anak-anak sebagai wujud persembahan kepadaNya.
Allah sungguh tidak menginginkan sikap dan tindakan yang jahat dilakukan oleh umatNya. Tuhan tidak menginginkan tempat kudusNya dijadikan tempat yang jahat, bahkan jangan sempat menggunakan nama Tuhan untuk berbuat jahat. Pesan ini disampaikan melalui nabi Yeremia kepada orang Yehuda dan juga kepada kita. Karena itu marilah kita meninggalkan perbuatan yang tidak dikehendaki Tuhan dan biarlah kita hidup bersama kebaikan Tuhan. Amin.
Kantor Sinode GKPS