
Dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak dan segala yang ada padamu bertambah banyak, jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan Tuhan Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan (Ulangan 8:12-14).
Agar mereka bisa tetap menunjukkan status mereka sebagai bangsa pilihan, maka pada bacaan hari ini mereka diajarkan dengan satu pernyataan: jangan melupakan Tuhan. Kita yakin kalau bangsa Israel tidak pernah lupa siapa Tuhan, dan kita juga sebagai orang Kristen tidak pernah lupa siapa Tuhan Yesus. Namun yang sering terjadi adalah kita tidak mengikut sertakan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan kita. Ketika bangsa Israel pernah menyembah patung emas, mereka tetap ingat siapa Tuhan Allah tetapi mereka menganggap patung emas itu lebih layak untuk disembah. Begitu juga dengan penyembahan kepada dewa di tanah Kanaan, yang mereka anggap lebih menguntungkan. Tentu hal ini yang tidak diingankan Tuhan.
Firman hari ini juga mengajarkan bahwa harta dunia ini, yang sesungguhnya juga berasal dari Tuhan, dapat membuat orang lupa pada Tuhan. Mengharapkan berkat dari Tuhan adalah wajar, namun jika berkat dari Tuhan itu membuat kita tidak lagi datang pada Tuhan dan tidak agi melakukan kehendak atau perintahNya, maka Tuhan akan marah kepada kita. Karena itu, ingatlah selalu pada Tuhan agar kita hidup dalam sukacita and sejahtera. Kita akan mampu mengelola pemberian Tuhan itu dengan baik dan semua kita lakukan untuk menyenangkan Tuhan saja. Amin.
Kantor Sinode GKPS