
“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” (Yohanes 15:16)
Ayat hari ini mempertegas bahwa Tuhan yang memilih kita, sehingga kita ikut merasakan dan menikmati kasih Tuhan. Kasih yang sesungguhnya adalah ketika seseorang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Ini dinyatakan dalam pengorbanan yang Tuhan Yesus lakukan di Golgota untuk menebus dosa orang yang Ia kasihi. Siapa yang dikasihiNya? Tentu jawabannya adalah mereka yang dipilihNya. Karena itu, kita sebagai orang yang dipilih Tuhan adalah orang yang hidup dalam kasihNya yang luar biasa itu.
Kita tidak mungkin bisa menyelamatkan diri kita karena kelemahan dan dosa kita. Namun karena kita sudah dipilih Tuhan, maka kita harus hidup sesuai dengan pemilihan Tuhan itu. Dalam ayat ini ditekankan bahwa kita dipilih Tuhan agar kita menghasilkan buah. Pada ayat pertama pasal 15 ini sudah digambarkan tentang pokok anggur yang diharapkan menghasilkan buah. Jika rantingnya tetap ada pada pokoknya, maka dia akan berbuah. Karena itu, jika Tuhan Yesus mengharapkan kita berbuah, kita harus tetap hidup dalam Tuhan yang menjadi sumber kehidupan dan berkat.
Menjadi orang yang dipilih Tuhan, marilah kita tetap menunjukkan jati diri kita itu dalam segala situasi. Tentu dalam hal ini hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan kita harus mencerminkan buah yang Tuhan inginkan. Memang kita akan menghadapi tantangan dari dunia ini, tetapi Tuhan telah mengatakan bahwa ketika kita hidup bersama Tuhan, maka kita akan menerima apa yang kita minta dalam nama Tuhan Yesus kepada Bapa. Tentu dalam hal ini perlindungan, berkat, dan masa depan yang baik bisa kita minta kepada Tuhan agar kita tetap menyatakan jati diri kita. Amin.
Kantor Sinode GKPS