
Patuduhkon Ham bannami dalam hagoluhan in.
Sai pabayu uhurnami sai padaoh dousa in.
Sai pagogoh au tongtong bani na madear in.
“supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.” (Titus 3:7)
Dalam penutup suratnya kepada Titus, rasul Paulus menekankan kemurahan Allah di dalam Tuhan Yesus yang telah membawa kita keluar dari hukuman akibat kejahatan yang kita lakukan. Keselamatan itu bukan karena perbuatan baik kita, tetapi semata-mata karena kemurahan Tuhan. Kasih karunia Tuhan itu bekerja dalam kehidupan kita, secara khusus oleh Roh Kudus kita diperbaharui untuk bisa hidup dan menerima karunia Tuhan. Karena kemurahan itulah maka kita menerima apa yang kita harapkan, yaitu kehidupan yang kekal. Ini semua terjadi karena Tuhan mengasihi kita.
Di hari peringatan turunnya Roh Kudus ini, atau yang dikenal dengan hari Pentakosta (atau hari ke limapuluh), kita diingatkan akan peran Roh Kudus yang bekerja di dalam diri kita yang selalu memperbaharui identitas dan panggilan kita. Kita sangat membutuhkan peran Roh Kudus ini agar kita tidak lalai dan tidak lupa akan jati diri kita sebagai umat yang sudah diberi kasih karunia oleh Tuhan. Kita tahu bahwa ada hal yang bisa melemahkan kita dan menggiring kita untuk tidak bersikap sebagai anak Allah, tetapi Roh Kudus tidak membiarkan kita berjalan jauh meninggalkan Tuhan. Karena itu, biarlah roh kita tetap dituntun oleh Roh Kudus agar kita tetap berada dalam kasih karunia Tuhan. Amin.
Kantor Sinode GKPS