- Doding: Haleluya No. 18:2+3
Ale Jesus sai kawahkon, sai parorot Ham au on.
‘Se totap haporsayaon mangiankon uhurhon.
Sai paringgas Ham uhurhu, manangihon Hata ai.
Sai horahan bai podah-Mu, songon si Maria ai.
Sada horjaonkonnami, ipindo uhur-Mu in.
Ningon holong ateinami, bai hasomannami in.
Ase roh ma gogohnami, manghorjahon Hata-Mu.
Manghahulhon dirinami bai hasoman ‘pa Bamu.
- Tonggo
- Ayat Harian
“Tapi ipindo uhurnami do, ase ganup ma nasiam patuduhkon porlu ni uhur na sonai, ai ma marsijoloman botul bani pangarapan in ronsi ujungni, ase ulang gabe rayohan nasiam, tapi tiru nasiam ma sidea, sitean bagah-bagah ai, marhitei na marhaporsayaon ampa marsabar ni uhur.” (Heber 6:11-12)
“Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.” (Ibrani 6:11-12)
- Renungan: Bertekun dalam Iman
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus,
perjalanan hidup orang percaya tidak selalu mudah, malah banyak menghadapi tantangan dan pergumulan. Bagi sebagian orang, tantangan itu menjadi cambuk untuk semakin teguh di dalam iman. Namun bagi sebagian yang lain, tantangan itu bisa menyurutkan semangat, menjadi tidak bergairah, malas, bahkan ada yang meninggalkan imannya, daripada harus menderita lebih baik jalani hidup tanpa resiko. Inilah fenomena yang terjadi pada orang percaya pada masa itu. Tujuannya agar mereka tahu bagaimana mereka hidup sebagai orang percaya di tengah-tengah pergolakan hidup.
Dalam teks ini penulis Ibrani membahas tentang kehidupan orang percaya, yaitu yang berkaitan dengan ketekunan. Orang yang mampu bertahan menjalani gelombang musim kehidupan yang berubah dengan kesabaran, adalah mereka yang memelihara ketekunan di dalam mengikut Yesus. Tantangan adalah ujian bagi orang percaya untuk semakin menguatkan iman dan semakin tergantung kepada Tuhan. Seperti di dalam pertempuran, yang menang adalah mereka yang pantang menyerah, tetap berjuang memakai senjata yang ada untuk menjaga diri, bertahan dan menyerang hingga akhirnya dapat mengalahkan musuh dan menjadi pemenang. Berjuang hingga akhir. Kita butuh ketekunan, kesabaran dan kekuatan untuk dapat bertahan, dengan harapan kita akan sampai di akhir. Kita harus menyadari bahwa ketika kita menyerah, bermalas-malasan, tidak bergairah dan tidak ada semangat untuk maju, maka kita akan kalah. Nah, untuk itu kita harus waspada jangan sampai situasi, tantangan, pergumulan dan ujian yang kita alami menjatuhkan iman kita.
Situasi krisis ekonomi, kesulitan dalam mencari pekerjaan, untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan tantangan yang lainnya. Kiranya kita tetap waspada dan sadar bahwa kita tidak boleh lengah dan jatuh melalui hidup yang bermalas-malasan seperti tidak ada harapan yang lebih baik di masa depan. Ingatlah firman Tuhan, “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabar dalam kesusahan, dan bertekunlah dalam doa!” Kiranya meneguhkan kita untuk senantiasa menunjukkan iman yang tangguh dan sungguh dan juga kita perlihatkan melalui pekerjaan dan perbuatan yang baik, sehingga menjadi kesaksian bagi orang lain, dan mereka pun terberkati lewat kita serta memuliakan Tuhan. Amin.
- Doding: Haleluya No. 327:1-2
Marpangunsandeian bani Tuhan in, puji sai pasangap ma goran-Ni in.
Monang halani hatani Tuhan in, mangarapkon parpadanan in.
Sai mangarap bani padan ni Tuhanta Jesus Kristus.
Sai mangarap ma hita bai partobuson-Ni in.
Damei do ganupan bani jolma in, asal ma porsaya bani Tuhan in.
Ai sirsir do hasonangan na totap domu bani padan in tongtong.
Sai mangarap bani padan ni Tuhanta Jesus Kristus.
Sai mangarap ma hita bai partobuson-Ni in.
- Tonggo Ham Bapanami/Doa Bapa Kami
Kantor Sinode GKPS