
PEMATANGSIANTAR.GKPS.OR.ID. Pimpinan Sinode GKPS (Ephorus) Pdt. John Christian Saragih, S.Th, M.Sc, pada Kamis (26/3/2026) pagi, bertolak menuju GKPS Baringin Raya dalam rangka membawakan Sidang GKPS Resort Baringin Raya. Sidang yang berlangsung dari pagi hingga sore hari dihadiri sebanyak 65 peserta, yang terdiri dari Sintua, Syamas, calon Sintua dan calon Syamas serta Ketua-ketua Seksi Kategorial.

Sidang diawali dengan ibadah yang dilayani Pendeta GKPS Resort Baringin Raya, Pdt. Nina Saragih, dan Ephorus sebagai pengkhotbah/penceramah yang menerangkan tema GKPS.
Ephorus dalam ceramahnya menerangkan arti kata tangkupas. “Kata tangkupas dapat kita temukan dalam Kamus Bahasa Simalungun, dimana artinya adalah “juma/ladang”. Dengan demikian tangkupas bisa dipahami sebagai juma na domma iondoskon orang tua bani niombahni (ladang yang sudah diberikan oleh orang tua kepada anaknya). Juma yang sudah diberikan diharapkan menjadi wadah untuk anak tersebut bertumbuh menjadi anak yang mandiri dan produktif”, terang Pdt. John Christian.
Selanjutnya Ephorus menekankan gereja bukan sekadar tempat berkumpul untuk beribadah, melainkan sebuah komunitas hidup yang memiliki panggilan nyata di tengah dunia, dan disinilah diharapkan letak ke-martangkupasan GKPS.
Sebagai komunitas yang memiliki panggilan nyata, menurut Ephorus gereja terpanggil untuk menjadi “tangan Tuhan” yang menjangkau dunia, memiliki hati seperti Kristus, peka terhadap kebutuhan sesama, baik secara rohani maupun jasmani. Kepedulian yang tidak hanya berhenti pada rasa simpati, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata: mengunjungi yang sakit, menguatkan yang lemah, serta hadir bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih.

Sementara itu terkait dengan gereja yang produktif, Ephorus berharap agar setiap jemaat tidak hanya menjadi pendengar firman, namun juga menjadi pelaku yang menghasilkan buah. “Produktivitas dalam gereja terlihat melalui pelayanan yang aktif, pertumbuhan iman, serta kontribusi nyata dalam membangun tubuh Kristus. Setiap talenta yang Tuhan berikan harus dipakai untuk kemuliaan-Nya, sehingga gereja terus bertumbuh dan berdampak”, tegas Ephorus.
Gereja yang peduli dan produktif menurut Ephorus tidak hidup untuk dirinya sendiri, melainkan menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Kepedulian dan produktif gereja akan secara alami menjadi pembawa berkat bagi dunia ini, menjadi gereja yang hidup, bergerak, dan memberi dampak nyata, menjadi terang dan garam di tengah dunia.
Untuk mengajak para peserta menghidupi tema GKPS, Ephorus dalam penutupan ceramahnya menyampaikan pertanyaan reflektif, apakah peserta sidang sudah menjadi bagian dari gereja yang peduli, produktif, dan membawa berkat?
Pemaparan Ephorus terkait tema membawa pencerahan bagi peserta sidang. Berbagai pertanyaan dan masukan semakin memperkaya pemaknaan peserta mewujudkan GKPS sebagai gereja yang martangkupas.

Pengurus GKPS Resort Baringin Raya menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Ephorus membawakan sidang resort di tahun ini. Diakhir persidangan Pengurus Resort menyerahkan hasil laporan pertanggungjawaban program tahun 2025, dan rencana program serta anggaran pendapat dan belanja resort tahun 2026. (hks/bgs)
Pewarta dan Foto: Rinaldi Edwart Purba